Menuju konten utama

Kemlu Siapkan Evakuasi WNI jika Situasi Lebanon Genting

Pemerintah Indonesia juga menuntut pertanggungjawaban atas serangan yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia (UNIFIL).

Kemlu Siapkan Evakuasi WNI jika Situasi Lebanon Genting
Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan kesiapan untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Lebanon menyusul meningkatnya intensitas serangan Israel di wilayah tersebut.

Selain menyiapkan rencana kontingensi, pemerintah Indonesia juga menuntut pertanggungjawaban atas serangan yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia (UNIFIL).

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengungkapkan pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan secara ketat demi menjamin keselamatan para WNI.

"Israel terus menyerang Lebanon dan tentunya KBRI kita di Lebanon terus memantau keberadaan WNI kita. KBRI terus memantau apabila sewaktu-waktu kondisi makin memburuk, kontingensi plan tetap disiapkan," kata Heni Hamidah dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Heni memaparkan saat ini terdapat 934 WNI di Lebanon, di mana mayoritas merupakan personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB.

"Jumlah WNI kita di Lebanon 934 orang, 756 di antaranya adalah TNI yang di UNIFIL. Jadi, yang sipil ini ada 178 orang, terdiri dari pelajar, PMI, dan WNI yang menikah dengan warga setempat," jelasnya.

Meski situasi memanas, Heni memastikan saat ini seluruh WNI dalam keadaan aman.

"Sampai saat ini dapat dikonfirmasikan bahwa seluruh WNI yang berada di Lebanon dalam keadaan aman," ujar Heni.

Terkait aspek keamanan pasukan UNIFIL, Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menambahkan Indonesia telah menerima laporan awal dari PBB mengenai serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI pada akhir Maret lalu.

"Posisi Indonesia tidak berubah, intinya kita memang meminta, menuntut agar investigasi ini dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh, dan tentunya memastikan agar semua pihak yang ada, yang terlibat, itu untuk bertanggung jawab," tegas Nabyl dalam kesempatan yang sama.

Nabyl menyatakan pemerintah Indonesia menuntut adanya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Ia menekankan komitmen Indonesia dalam misi perdamaian dunia tetap teguh, namun perlindungan terhadap personel di lapangan adalah prioritas utama.

"Kami meminta agar mencegah kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang. Komitmen kita tetap tidak berubah dalam misi perdamaian dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan," tegasnya.

Baca juga artikel terkait KEMLU RI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama