tirto.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam aksi serangan Israel ke Beirut, Lebanon yang menyebabkan kematian dari warga sipil dan kerusakan di sejumlah infrastruktur publik.
Serangan besar-besaran tersebut dilancarkan Israel ke arah Beirut pada Rabu (8/4/2026). Serangan ini menewaskan sedikitnya 254 korban jiwa dan lebih dari 1.100 korban luka menurut Otoritas pertahanan sipil Lebanon.
"Indonesia mengecam keras berbagai serangan Israel terhadap Beirut dan berbagai wilayah di Lebanon yang telah menyebabkan banyak korban jiwa di kalangan sipil serta kerusakan fisik," dilansir dari pernyataan Kemlu di akun X @Kemlu_RI, Kamis (9/4/2026).
Indonesia menuntut Israel untuk segera menghentikan aksi serangan tersebut demi menegakkan asas hukum internasional dan perlindungan warga sipil di wilayah Lebanon.
"Indonesia menuntut Israel untuk segera dan secara permanen menghentikan kekerasan dan agresi di Lebanon. Indonesia juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, sesuai dengan kewajiban hukum internasional," ungkap Kemlu.
Kemlu berpendapat bahwa serangan demi serangan yang ditembakkan Israel ke arah Lebanon semakin memperkeruh suasana konflik di Timur Tengah. Hal itu berpotensi menjadi ancaman dan membahayakan eskalasi keamanan global.
"Serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional serta berisiko semakin memperburuk ketegangan regional yang membahayakan keamanan global," jelas Kemlu.
Demi menghindari konflik yang berkelanjutan, Indonesia menyerukan adanya langkah diplomasi yang mengedepankan dialog dan meminta semua pihak untuk menahan diri dan tak melakukan aksi saling serang.
"Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri secara maksimal, melakukan upaya de-eskalasi, mengedepankan dialog, serta menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi," pungkas Kemlu dalam kalimat penutupnya di X.
Dalam keterangan sebelumnya, Israel menyatakan bahwa operasi ini merupakan serangan terkoordinasi terbesar sejak dimulainya operasi militer terbaru mereka pada awal Maret, dengan target utama berupa infrastruktur milik kelompok Hizbullah.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bahwa ratusan anggota Hizbullah diserang di pusat-pusat komando mereka di seluruh Lebanon.
“(Militer Israel) melakukan serangan mendadak terhadap ratusan teroris Hizbullah di pusat-pusat komando di seluruh Lebanon. Ini adalah pukulan terkonsentrasi terbesar yang diderita Hizbullah sejak Operasi Beepers,” ungkap Katz.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































