tirto.id - Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi warga negara Indonesia (WNI) pascakebakaran hebat di kawasan Batu Sapi, Sandakan, Sabah, Malaysia.
Insiden yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) dini hari tersebut menghanguskan ribuan bangunan.
Heni menjelaskan kebakaran tersebut berdampak signifikan terhadap pemukiman warga. Berdasarkan data sementara, sekitar seribu unit rumah hangus terbakar dari total 1.200 unit yang ada di kawasan tersebut.
"Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa. Sejumlah warga yang dilaporkan mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan barang-barang mereka telah mendapatkan penanganan medis," kata Heni Hamidah dalam keterangan pers tertulis, Senin (20/6/2026).
Menurut Heni, mayoritas penghuni di kawasan Batu Sapi merupakan warga negara Malaysia, Filipina, dan WNI yang mayoritas menikah dengan warga setempat.
Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak.
Menindaklanjuti insiden ini, Direktorat PWNI Kemlu bersama KJRI Kota Kinabalu telah melakukan sejumlah langkah darurat. Salah satunya adalah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat di Sabah guna memperoleh data akurat terkait jumlah dan kondisi WNI.
"Melakukan pemantauan langsung di lapangan, termasuk memastikan penanganan pengungsi dan distribusi bantuan di lokasi penampungan (PPS)," jelasnya.
Kemlu juga menyiapkan fasilitas dokumen keimigrasian bagi WNI yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran. Heni menambahkan bahwa para korban saat ini sudah ditampung di Pusat Pemindahan Sementara (PPS) dan ditangani oleh otoritas terkait di Sandakan, Sabah.
"Kementerian Luar Negeri mengimbau keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di kawasan tersebut untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah," kata Heni.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































