tirto.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menyebutkan pemerintah pusat hendak memperluas cetak sawah di Papua. Targetnya, per kabupaten akan memiliki sawah dengan luas hingga sekitar 10.000 hektare.
Ia mengaku telah menggelar rapat dengan kepala daerah di Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan lainnya terkait perluasan cetak sawah tersebut.
"[Luas sawah], kami sesuai dengan usulan dari bupati-bupati. Ada yang satu kabupaten ada 3.000 [hektare], 5.000 hektare, ada yang 10.000 hektare, itu kita ikuti usulan dari [bupati]," ucapnya di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026).
Menurut Sudaryono, pemerintah sejak awal tidak hanya hendak mencetak sawah di kawasan Merauke, Papua Barat saja, melainkan se-Indonesia.
Pada 2025, program cetak sawah disebut telah diproyeksikan untuk dilakukan ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Sumatera Selatan.
Ia mengeklaim, program cetak sawah memang hanya terdengar santer di kawasan Merauke. Kementan disebut hendak melakukan cetak sawah di kawasan yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
"Memang yang terdengar nyaring itu kan adalah di Merauke, tapi sebetulnya kan Merauke adalah satu bagian yang besar, tapi kita juga ada pemenuhan bagaimana kabupaten-kabupaten, daerah-daerah, yang susah pangan itu, yang [pangan] harus diangkut dari pulau lain, itu bisa memenuhi kebutuhan pangan, itu kan penting," urainya.
Kata Sudaryono, terdapat dua skema pembiayaan program cetak sawah, yakni alokasi pemerintah pusat yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) serta uang dari investor.
"Cetak sawah kan ada dua, cetak sawah investasi, dan juga cetak sawah yang memang kita pakai untuk ketahanan pangan, dari APBN. Ada yang ketahanan pangan, ada yang investasi," tuturnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





































