tirto.id - Banjir terjadi di beberapa kabupaten di Jawa Tengah yakni di Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Jepara. Bagaimana kondisi terkini dan titik lokasi banjir hari ini, Senin (12/1/2026)?
Video-video yang beredar di media sosial (medsos) baik Instagram, YouTube, maupun TikTok memperlihatkan bagaimana beberapa titik di Pati, Kudus, dan Jepara yang terendam banjir hingga hari ini.
Update Banjir Pati, Kudus, Jepara Hari Ini & Titik Lokasi
Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Jawa Tengah sejak beberapa hari terakhir memicu rangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah, khususnya Kudus, Pati, dan Jepara.
Di Kabupaten Kudus, banjir merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Mejobo akibat meluapnya sejumlah sungai seperti Sungai Piji, Dawe, Mrisen, dan Jati Pasean, dengan ketinggian genangan mencapai 5–40 sentimeter.
Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas, terutama di Jalan Pantura Kudus–Pati dan sejumlah titik lain seperti Ngembalrejo, Kerawang, Tenggeles, hingga jalur Kudus–Jepara dan Kudus–Pati–Juwana, yang menyebabkan kendaraan tersendat, pengalihan arus, serta banyak sepeda motor mogok.
Aparat kepolisian dan petugas terkait diterjunkan untuk mengatur lalu lintas dan membantu pengguna jalan agar tetap aman.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di berbagai wilayah perbukitan, antara lain di Kecamatan Gebog dan Dawe, Kudus, serta di Kabupaten Pati dan Jepara.
Longsor merusak rumah warga, menutup akses jalan, merobohkan jembatan, hingga menyeret kendaraan, meskipun tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Di Jepara, longsor di Desa Tempur sempat mengisolasi ribuan warga akibat terputusnya akses jalan, sedangkan banjir bandang di Desa Sumberrejo merendam ratusan rumah setelah Sungai Tempuran meluap. BPBD Kabupaten Jepara mencatat wilayah terdampak yaitu Dukuh Tempur dan Dukuh Pendem.
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat terus melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, pembukaan akses jalan, pendistribusian logistik, serta pemulihan utilitas dasar seperti listrik.
BMKG Prediksi Potensi Banjir dan Tanah Longsor di Jateng Hingga Februari 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Jawa Tengah akibat curah hujan yang masih tergolong tinggi dan diperkirakan berlangsung hingga 10 hari kedua bulan Februari 2026.
Berdasarkan pemantauan hari tanpa hujan per 10 Januari 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih sering diguyur hujan, terutama wilayah bagian tengah hingga selatan yang hanya mengalami satu hingga lima hari tanpa hujan, sedangkan beberapa titik di Cilacap dan Banyumas mengalami enam hingga sepuluh hari tanpa hujan.
Analisis curah hujan pada sepuluh hari pertama Januari 2026 menunjukkan bahwa secara umum Jawa Tengah berada pada kategori curah hujan menengah hingga tinggi, dengan wilayah timur cenderung lebih rendah, sedangkan daerah seperti Jepara, Kudus, dan sebagian besar Demak mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi.
BMKG juga memprediksi pada sepuluh hari kedua dan ketiga Januari 2026 curah hujan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi, dan kondisi tersebut diprakirakan berlanjut hingga sepuluh hari kedua Februari 2026.
Wilayah Batang, Kabupaten/Kota Pekalongan, serta sebagian Pemalang, Kendal, Purbalingga, dan Jepara berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi, sedangkan Rembang, Blora, dan Grobogan cenderung lebih rendah.
“Kondisi tersebut diprakirakan berlanjut hingga dasarian kedua Februari 2026, meskipun wilayah Rembang, Blora, dan Grobogan cenderung berada pada kategori curah hujan rendah,” ujar Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo dikutip Antara (12/1).
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































