Isu Harga Mie Instan Naik

Kementan Minta Pelaku Industri Pangan Komitmen Jaga Harga

Reporter: Selfie Miftahul Jannah, tirto.id - 12 Agu 2022 07:14 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Kementerian Pertanian meminta masyarakat dan pelaku industri pangan untuk terus waspada terhadap potensi krisis pangan global.
tirto.id - Kementerian Pertanian menjelaskan kondisi Indonesia saat ini masih terbilang aman dan ketersediaan komoditas pangan strategis terjamin. Walaupun begitu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri meminta masyarakat dan pelaku industri pangan untuk terus waspada terhadap potensi krisis pangan global.

"Kementan merespon positif pernyataan salah satu pelaku industri pangan olahan berbasis gandum yang menyebutkan kenaikan harga produk pangan olahan tidak akan signifikan. Pemerintah termasuk Kementan mengharapkan semua pelaku industri pangan terus berkomitmen untuk menjaga harga produk mereka," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).

Dia menuturkan krisis pangan sudah di depan mata, hal itu terlihat dari banyak negara merasakan. Menurut laporan Global Crisis Response Group Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 1,6 miliar orang di 94 negara menghadapi setidaknya satu dimensi krisis pangan, energi, dan sistem finansial. Potensi terjadinya krisis pangan global karena adanya gangguan rantai pasok yang membuat harga berbagai komoditas melonjak.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Perang Ukraina – Rusia, perubahan iklim, dan pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya usai, menyebabkan adanya tren di kalangan negara-negara sentra produksi pangan mulai melakukan restriksi ekspor ke negara-negara lain. Sepanjang Juni 2022, International Food Policy Research Institute (IFPRI) menyebut ada berbagai kebijakan restriksi ekspor di beberapa negara, baik berupa pelarangan, izin, dan atau pajak ekspor.

Salah satu komoditas dibatasi adalah gandum. Sejumlah negara penghasil gandum, seperti Rusia, India, Serbia, Mesir, Afghanistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Kosovo, mengeluarkan kebijakan restriksi. Langkah ini diambil untuk tetap menjaga stabilitas pangan di negara mereka masing-masing.

"Perang Rusia - Ukraina juga sangat mempengaruhi pasokan gandum untuk kebutuhan global. Menurut laporan FAO, sekitar 50 negara menggantungkan sekitar 30% impor gandumnya dari Rusia dan Ukraina," bebernya.

Kemudian kondisi tersebut turut mendapat perhatian besar dari pemerintah. Meski gandum bukan komoditas pangan utama, tapi kebutuhan gandum di Indonesia sangat tinggi. Padahal gandum bukan produk asli Indonesia dan sulit untuk dibudidayakan. Sehingga kebutuhan gandum masih dipasok oleh impor.

Konflik masih bisa mempengaruhi pasar gandum tanah air, karena total produk pangan yang diimpor dari kedua negara yaitu Rusia dan Ukraina pada 2021 sebesar 956 juta dolar AS, di mana 98% di antaranya adalah gandum.

Indonesia merupakan negara kedua dengan nilai impor gandum tertinggi di dunia, mengingat gandum sulit ditanam. Total nilai impornya 2,6 miliar dolar AS (5,4% dari total impor gandum dunia) pada 2020.

Data BPS tahun 2019 menunjukkan bahwa konsumsi gandum per kapita penduduk Indonesia adalah 30,5 kg/ tahun. Sebagai perbandingan, makanan pangan pokok penduduk Indonesia yaitu beras, konsumsi penduduk Indonesia per kapita sebesar 27 kg/tahun. Kebutuhan gandum terbesar adalah untuk industri produk pangan olahan, seperti mie instan, kue, dan roti.

Sementara itu, walaupun kondisi Indonesia terbilang masih aman, pemerintah tetap akan terus mengedepankan kewaspadaan dan mengupayakan langkah preventif sehingga ketersediaan pangan nasional tetap terjaga.
Potensi bahan baku makanan yang bisa naik berkali-kali lipat tentunya perlu diwaspadai, karena dampaknya yang akan sangat merugikan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mensubstitusi kebutuhan bahan pangan impor dengan bahan lokal. Dia menjelaskan untuk kebutuhan industri pangan olahan berbasis gandum, Pemerintah mulai menggalakkan penanaman sorgum yang dapat menggantikan gandum. Kementan juga memperkuat dan menyediakan pangan lokal alternatif, seperti singkong dan umbi-umbian.

“Gandum dapat disubstitusi sorgum yang sangat cocok dikembangkan disini. Pangan lokal dapat menyelamatkan kita dari krisis pangan. Sorgum salah satunya,” pungkasnya.



Baca juga artikel terkait HARGA MIE INSTAN NAIK atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight