Menuju konten utama

Kemensos Gelar Puncak Peringatan Hari Lansia Nasional di Jember

Kemensos menetapkan Jember sebagai lokasi puncak peringatan Hari Lansia Nasional 2025. Kemensos pun akan menggelar Bakti Sosial Lansia di berbagai daerah.

Kemensos Gelar Puncak Peringatan Hari Lansia Nasional di Jember
Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2025 secara nasional di Kabupaten Jember, Jawa Timur. FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2025 akan digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kementerian Sosial (Kemensos) RI bakal menggelar acara peringatan Hari Lansia Nasional 2025 itu di Alun-Alun Kabupaten Jember pada Sabtu (31/5/2025).

Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos, Suratna, menyatakan pemilihan Jember didasari alasan bahwa daerah ini mempunyai cakupan layanan sosial lansia yang tertinggi secara nasional.

"Berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Jember merupakan tertinggi jumlah lansianya dan penerima program permakanan Kemensos terbanyak," kata Suratna, seperti dilansir akun Instagram Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Selasa (27/5/2025).

Jumlah lansia di Jember saat ini mencapai 415.353 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 1.723 jiwa menjadi penerima program permakanan lansia per April 2025. Data ini menjadikan Jember wilayah prioritas dalam upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan warga lanjut usia.

Sesuai dengan keputusan Kemensos, tema HLUN 2025 adalah "Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera." Tema Hari Lansia Nasional 2025 ini memuat pesan bahwa kesejahteraan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kondisi generasi mudanya, tetapi juga cara negara memberi perhatian pada warga lanjut usia yang telah berkontribusi sepanjang hidupnya.

Acara puncak peringatan Hari Lansia Nasional 2025 di Alun-Alun Kabupaten Jember pada 31 Mei mendatang akan dimulai sejak pagi dan diisi dengan beragam kegiatan.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), rencananya akan turut menghadiri acara puncak HLUN 2025 di Jember tersebut. Dia juga dijadwalkan meninjau langsung berbagai layanan sosial, termasuk layanan administrasi kependudukan dan pameran kreativitas lansia.

Adapun rangkaian kegiatan puncak HLUN 2025 terdiri dari gerak jalan santai lansia, senam massal, hingga pelayanan kesehatan terpadu yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum, fisioterapi, serta terapi kesehatan jiwa.

Kemensos akan Gelar Bakti Sosial Lansia di Berbagai Daerah

Dalam rangka peringatan HLUN, Kemensos juga akan menggelar Bakti Sosial Lansia secara serentak di berbagai daerah. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan 31 Sentra/ Sentra Terpadu di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Kemensos.

Dalam Bakti Sosial tersebut, enam jenis layanan sosial akan diberikan kepada ribuan lansia penerima manfaat di seluruh Indonesia. Layanan itu mencakup operasi katarak bagi 1.400 lansia di 32 kabupaten/kota, penyaluran bantuan ATENSI berupa alat bantu dengar, kursi roda, dan kacamata baca untuk 6.269 lansia di 93 kabupaten/kota, serta layanan hak sipil seperti pembuatan KTP, KK, dan sidang isbat nikah bagi 500 lansia di 31 kabupaten/kota.

Selain itu, ada penyediaan layanan cek kesehatan gratis di 39 kabupaten/kota untuk 1.857 lansia, kerja bakti bersih-bersih di 500 rumah lansia, dan donor darah digelar di 31 daerah yang melibatkan 900-an pendonor.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Indonesia saat ini memasuki era populasi menua, dengan jumlah penduduk lansia (usia 60 tahun ke atas) mendekati 30 juta jiwa. Angka tersebut setara lebih dari 10 persen total populasi nasional. Dari segi rasio gender, 55 persen lansia adalah perempuan dan 45 persen laki-laki.

Tiga provinsi dengan persentase lansia tertinggi adalah D.I. Yogyakarta (17,33%), Jawa Timur (14,56%), dan Bali (14,22%). Jawa Timur menjadi wilayah prioritas karena jumlah populasi lansia yang tinggi dan besarnya kebutuhan pelayanan sosial di daerah tersebut.

HLUN Wujud Kepedulian Negara pada Lansia

HLUN diperingati setiap tanggal 29 Mei, bertepatan dengan peran penting Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat, anggota tertua di sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei 1945. Peringatan ini pertama kali dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada 29 Mei 1996 di Semarang.

Dasar hukum peringatan HLUN diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Perpres tersebut menjadi panduan nasional dalam perlindungan dan pemenuhan hak lansia secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Peringatan HLUN 2025 menjadi wujud nyata kehadiran negara. Lewat rangkaian aksi sosial, pemerintah menegaskan bahwa kebahagiaan lansia bukan hanya tanggung jawab individu atau keluarga, tapi merupakan bagian dari cita-cita kolektif menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan sosial.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis