tirto.id - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani mengatakan kementeriannya memerlukan akselerasi kebijakan yang lebih luas terkait promosi dan penempatan pekerja migran Indonesia.
Ia mengatakan solusi yang bisa diimplementasikan salah satunya melalui business meeting atau pertemuan bisnis, baik di dalam maupun di luar negeri.
"Saya pikir langkah yang baik adalah datang (ke berbagai forum), memperkenalkan pekerja migran Indonesia, kompetensi mereka seperti apa. Kita ingin lebih aktif soal promosi, termasuk melibatkan BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) seluruh Indonesia," kata Christina usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Pengendalian Program KP2MI di Jakarta, Sabtu (29/6/2025).
Wamen Christina mengatakan, kementeriannya telah mengidentifikasi beberapa forum business meeting internasional yang dapat memperkenalkan potensi serta peluang yang bisa dikerjasamakan. Salah satunya Seatrade Cruise Global di Miami.
Adapun Seatrade Cruise Global merupakan forum di sektor industri pelayaran cruisehip global tahunan yang mempertemukan pengguna, dan eksekutif industri serta pemangku kepentingan lainnya dari sektor cruise seluruh dunia.
Seatrade Cruise Global digelar setiap bulan April dan rencananya Indonesia akan berpartisipasi pada 2026 mendatang.
"Bisa kita buka booth, memperkenalkan ABK (anak buah kapal) niaga kita termasuk sektor pendukungnya, atau menginisiasi berbagai business meeting di Miami," ungkapnya.
Untuk mempersiapkan promosi global tersebut, Wamen Christina akan melibatkan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Sebelumnya, Kementerian P2MI bekerja sama dengan PT Binamandiri berencana mengadakan berbagai business meeting yang dijadwalkan pada September atau Oktober 2025.
Forum ini akan diselenggarakan di beberapa lokasi penempatan seperti Brisbane-Australia, Yunani, Serbia, Latvia dan Malta.
Rencana keikutsertaan muncul setelah menerima audiensi P3MI yang memiliki rekam jejak menginisiasi business meeting dengan agensi dan perusahaan pengguna jasa pekerja migran Indonesia sektor hospitality di luar negeri tersebut pada awal Juni 2025.
"Keikutsertaan tersebut akan menjadi upaya Kementerian P2MI meningkatkan promosi dan pemenuhan target penempatan pekerja migran Indonesia ke pasar internasional, khususnya Eropa dan Australia," kata Christina Aryani.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































