Menuju konten utama

Kemenkeu Perketat Pengawasan Anggaran di BGN agar Tak Bocor

Purbaya menjelaskan bahwa proses pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Kemenkeu, tetapi juga melibatkan lembaga lain.

Kemenkeu Perketat Pengawasan Anggaran di BGN agar Tak Bocor
Gedung BGN. foto/Dok. BGN
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penetapan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung diduga kuat terkait dengan temuan kebocoran anggaran.

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui bahwa laporan dari Kementerian Keuangan menjadi salah satu sumber yang digunakan aparat penegak hukum dalam mengusut kasus tersebut.

"Ya kita lihat aja. Kita cek harganya seperti apa. Dan mungkin salah satu laporan juga dari kita, soalnya kan," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (3/6/2026).

Namun, Purbaya menjelaskan bahwa proses pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Kemenkeu, tetapi juga melibatkan lembaga lain.

"Bukan dari kita aja. BPKP memeriksa, Kejaksaan memeriksa. Semuanya memeriksa, mencek. Jadi kita tukar-tukar data lah kira-kira," ungkapnya.

Adapun ketiga tersangka yang telah mengenakan rompi pink tersebut adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Adapun, penahanan ketiga tersangka itu berkaitan dengan dugaan kebocoran pengadaan motor listrik beberapa waktu lalu, Purbaya mengaku tidak mengetahui secara detail dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berjalan.

"Enggak tahu. Ini kan keputusan Bapak Presiden setelah melakukan evaluasi tentang pekerjaan beliau. Kita nggak ikut campur," tuturnya.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa sudah ada pemotongan anggaran BGN ke depan yang semula sekitar Rp335 triliun menjadi sebesar Rp260 triliun.

"Yang jelas memang anggarannya sekarang berapa? 260? Akan berkurang kan? Karena ada pemotongan, hari segala macam. Jadi akan berkurang di bawah itu sedikit mungkin," ucap Purbaya.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto