tirto.id - Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, memastikan potensi kekurangan penerimaan negara akibat penurunan bea masuk terhadap produk-produk asal Amerika Serikat (AS) tidak begitu signifikan.
Hal ini merespons kekhawatiran sejumlah pihak soal dampak fiskal dari kebijakan Indonesia yang memberikan nol persen atas barang-barang dari AS masuk ke RI, sebagai bagian dari kesepakatan dagang terbaru kedua negara.
"Itu enggak signifikan," ujar Febrio kepada awak media, di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2025).
Febrio menuturkan meskipun hampir seluruh ekspor produk AS masuk ke Indonesia akan dikenakan tarif lebih rendah atau nol persen, namun kontribusi negara tersebut terhadap total penerimaan dari bea masuk masih relatif kecil.
"Amerika itu sekitar 2-3 persen totalnya, untuk tarifnya jadi itu nggak terlalu besar," jelas dia.
Sebelumnya, Center of Economic and Law Studies (Celios) mengatakan, negara berpotensi kehilangan pendapatan dari bea masuk sekitar Rp7,68 triliun per tahun karena tarif impor nol persen dari produk-produk Amerika Serikat (AS).
Menurut Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, angka ini didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang kemudian diolah Celios.
"Iya, Indonesia cenderung merugi (karena tarif 0 persen untuk produk AS)," katanya, kepada Tirto, Kamis (17/7/2025).
Pasalnya, di balik fasilitas pembebasan bea masuk atas produk impor AS ini, Indonesia harus menanggung tarif 19 persen untuk barang ekspor Indonesia ke Washington. Kondisi ini pun jelas berisiko tinggi untuk neraca dagang Indonesia.
Impor produk dari AS, seperti minyak dan gas (migas), produk elektronik, suku cadang pesawat, serealia, farmasi, dan lain sebagainya jelas akan membengkak. Padahal, sepanjang 2024 tercatat total impor lima jenis produk tersebut mencapai 5,37 miliar dolar AS, atau setara Rp87,3 triliun.
"Yang harus dimonitor adalah pelebaran defisit migas," sambung Bhima.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































