Menuju konten utama

Kemenhub Pastikan Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi

Lukman menegaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus memantau perkembangan operasional penerbangan internasional yang terdampak.

Kemenhub Pastikan Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi
Ilustrasi pesawat. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penerbangan internasional tetap beroperasi di tengah dinamika kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini ditegaskan Kemenhub menanggapi isu yang beredar soal penerbangan internasional disetop imbas perang AS-Israel vs Iran yang sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

"Menanggapi pemberitaan yang beredar di masyarakat terkait dihentikannya seluruh penerbangan internasional karena terdampak dinamika situasi di kawasan Timur Tengah, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan bahwa berita tersebut tidak benar," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, Selasa (17/3/2026).

Lukman menegaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus memantau secara intensif perkembangan operasional penerbangan internasional yang terdampak dinamika situasi di kawasan Timur Tengah, serta memastikan penanganan penumpang berjalan dengan baik, aman, dan terkoordinasi.

Lukman melaporkan, hingga tanggal 17 Maret 2026 pukul 10.30 WIB, terdapat dua pesawat yang masih berstatus stranded di Indonesia, masing-masing 1 (satu) unit di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan 1 (satu) unit di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang keduanya dioperasikan oleh Qatar Airways.

"Seiring dengan mulai dibukanya kembali wilayah udara Uni Emirat Arab, sejumlah maskapai telah mengoperasikan penerbangan secara terbatas," kata Lukman.

Lukman menambahkan, Emirates telah melaksanakan penerbangan terbatas dari dan menuju Jakarta dan Denpasar. Namun, operasional sempat terdampak oleh gangguan pada fasilitas fuel farm di Bandar Udara Dubai pada 16 Maret 2026 yang menyebabkan keterlambatan dan penyesuaian jadwal penerbangan. Penanganan penumpang terdampak terus dilakukan, termasuk melalui pengangkutan penumpang stranded secara bertahap.

Selain itu, maskapai Etihad Airways juga telah mengoperasikan penerbangan terbatas dan merencanakan peningkatan frekuensi penerbangan sebagai bagian dari langkah kontinjensi, khususnya untuk rute Jakarta dan Denpasar menuju Abu Dhabi.

Sementara itu, Qatar Airways telah melaksanakan penerbangan repatriasi sejak 8 Maret 2026 dan secara bertahap membuka kembali layanan penerbangan terbatas dari Jakarta. Penanganan penumpang terdampak, termasuk jemaah umrah, telah dilakukan melalui mekanisme pengembalian dana, penjadwalan ulang, maupun pengalihan ke maskapai lain. Per tanggal 16 Maret 2026, tidak terdapat lagi penumpang stranded di Jeddah yang ditangani oleh Qatar Airways.

Di sisi lain, sejumlah maskapai yang melayani penerbangan langsung ke Arab Saudi seperti Saudi Arabian Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, dan Flyadeal tetap beroperasi normal dan tidak terdampak konflik.

"Selain itu, penerbangan tidak langsung melalui negara ketiga yang dioperasikan oleh berbagai maskapai internasional juga telah kembali berjalan normal dan siap mengakomodasi kebutuhan perjalanan penumpang," kata Lukman.

Lukman menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk otoritas penerbangan sipil, operator bandara, dan maskapai, guna memastikan kelancaran operasional penerbangan serta memberikan perlindungan dan pelayanan optimal kepada seluruh penumpang.

"Masyarakat diimbau untuk senantiasa memantau informasi resmi dari maskapai dan otoritas terkait serta menyesuaikan rencana perjalanan sesuai dengan perkembangan situasi terkini," kata Lukman.

Perkembangan Konflik AS-Israel vs Iran

Konflik Israel-AS melawan Iran pecah setelah Amerika menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Serangan menarget infrastruktur militer dan kepemimpinan Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Serangan tersebut dibalas oleh Iran dengan menyerang sejumlah pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah. Serangan ini sempat membuat beberapa penerbangan mengarah ke Timur Tengah dan sebaliknya terhenti.

Memasuki hari ke-18 peperangan pada Selasa (17/3/2026), Iran melancarkan serangan drone ke fasilitas minyak Uni Emirat Arab (UAE), yakni Pelabuhan Fujairah dan Ladang Gas Shah. Serangan ini memicu penhentian operasi kedua fasilitas itu pada area yang terdampak.

Melansir CNA, serangan Iran ke fasilitas minyak UAE ini mengancam terputusnya jalur ekspor minyak mentah dari Abu Dhabi. Serangan ini juga dikhawatirkan dapat berpengaruh ke harga minyak dunia yang melonjak.

Baca juga artikel terkait PENERBANGAN atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Insider
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz