tirto.id - Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) digunakan sebagai instrumen objektif untuk mengukur potensi dan kompetensi siswa, sekaligus sebagai validator nilai rapor untuk Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Tes tersebut dilakukan untuk anak sekolah yang duduk di jenjang kelas akhir.
Handaru Catu Bagus dari Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen menyampaikan bahwa TKA merupakan program prioritas Kemendikdasmen yang baru diluncurkan tahun ini.
"Sifatnya adalah terstandar. Jadi dari Sabang sampai Merauke itu setara,” ujar Handaru diwawancarai sela ajang Tiba-Tiba ke Sekolah (TTS): Kupas Tuntas TKA, Bekal Cerdas untuk Teman SMA di SMA Negeri 2 Kuta Utara, Selasa (23/09/2025).
Handaru bilang, TKA akan objektif sebab dikembangkan oleh pemerintah pusat. “Harapannya seperti itu. Memang ini adalah hak kepada siswa dan penting karena tujuannya adalah seleksi ke jenjang berikutnya," ungkap Handaru kepada Tirto.
Handaru menegaskan, dalam SNBP, nilai rapor tetap digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh perguruan tinggi untuk menerima siswa. Dengan adanya nilai dari TKA, maka perguruan tinggi dapat memiliki pertimbangan yang lebih matang terhadap calon siswa yang mendaftarkan diri.
"Untuk SMA, TKA itu ada mata pelajaran wajib, yang kami teskan itu hanya tiga, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Ditambah dua mata pelajaran pilihan yang isinya bebas memilih, dua dari 19 mata pelajaran pilihan yang ada," jabarnya.
Handaru menegaskan, kebebasan memilih mata pelajaran tersebut tidak boleh dilakukan secara asal, sebab harus disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, untuk mendaftar ke program studi (prodi) perguruan tinggi, mereka harus menyesuaikan subjek tes dengan prodi yang diambil.
"Jadi mata pelajaran pendukung berdasarkan Kepmendikdasmen Nomor 102 Tahun 2025, prodi apa yang dia mau ambil, maka ada mata pelajaran pendukungnya. Kalau tujuannya bukan untuk SNBP, maka paling tidak, dia bebas memilih sesuai minat dan bakat. Kalau SNBP, maka harus disesuaikan dengan rapornya," jelas Handaru.
Handaru mengungkap, TKA untuk tingkat SMA akan diselenggarakan pada 3–6 November 2025 untuk jenjang formal, sementara jenjang nonformal atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan homeschooling, penyelenggaraan TKA jatuh pada tanggal 8–9 November 2025.
"Enggak usah takut, enggak usah khawatir. TKA ini sebenarnya mata pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah. Tinggal ulang lagi, mengulang. Pastinya jaga kesehatan ketika nanti mau tes, waktunya sudah tidak lama lagi. Selain itu, juga berdoa," pesan Handaru kepada siswa yang hadir.
Selain mengupas tuntas mengenai TKA, kegiatan TTS ke SMA Negeri 2 Kuta Utara juga diselingi dengan uji coba soal dan penjelasan teknis. Dalam pemaparannya, Tim Kerja Pembelajaran dan Penilaian Direktorat SMA, Mochamad Iqbal Firdaus, menyampaikan alur pendaftaran TKA hingga informasi tambahan yanng berkaitan dengan TKA.
"Memang beberapa tahun ke belakang, belum ada asesmen resmi yang terstandar nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah, sehingga TKA ini merupakan asesmen pertama di tahun ini, di mana diharapkan hasilnya bisa menjadi variabel tambahan. Tahun ini kebetulan baru di SNBP saja," ucap Iqbal.
Dia menyampaikan, sejauh ini jumlah sekolah di Provinsi Bali yang sudah mendaftarkan siswanya untuk ikut TKA adalah sebanyak 114 SMA dari 163 SMA. Namun, Iqbal mengungkap bahwa belum semua siswa mendaftarkan diri untuk mengikuti TKA. Tenggat pendaftaran TKA sendiri adalah pada 5 Oktober 2025.
"Harapannya, kalau misalnya nanti ada teman-teman yang tidak ikut TKA, tetapi ikut forum ini, bisa termotivasi begitu oleh teman-teman yang mengikuti kegiatan pada hari ini," kata Iqbal.
Direktur SMA, Winner Jihad Akbar, mengungkap bahwa penyelenggaraan TKA adalah untuk memotivasi, mengetahui kemampuan siswa, sekaligus memetakan bakat dan potensi masa depan siswa. Selain itu, TKA berfungsi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
"Semoga adik-adik yang saya banggakan bisa mencapai cita-citanya masing-masing. Saya doakan semoga nilai TKA-nya tinggi dan bisa masuk ke perguruan tinggi pilihan masing-masing," tutupnya.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































