Menuju konten utama

Kemendag Jaga Akses Pasar RI ke AS, Kontributor Surplus Terbesar

Pemerintah akan pastikan produk RI tetap memiliki akses ke pasar AS, mengingat negara tersebut merupakan penyumbang surplus terbesar neraca dagang RI.

Kemendag Jaga Akses Pasar RI ke AS, Kontributor Surplus Terbesar
kantor kementerian perdagangan (kemendag). tirto/andrey gromico
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Johni Martha mengatakan pemerintah akan terus menjaga akses pasar ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) di tengah perubahan kebijakan perdagangan yang diterapkan Presiden Donald Trump melalui Indonesia-AS Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Upaya tersebut dilakukan karena AS masih menjadi salah satu tujuan utama ekspor Indonesia sekaligus penyumbang surplus perdagangan terbesar. Sepanjang 2025, pangsa ekspor Indonesia ke AS mencapai 11,47 persen dari total ekspor nasional. Besarnya kontribusi tersebut membuat pemerintah berupaya memastikan produk-produk Indonesia tetap memiliki akses ke pasar AS.

Johni mengatakan, pentingnya menjaga hubungan dagang dengan AS juga didorong oleh besarnya kontribusi negara tersebut terhadap surplus perdagangan Indonesia. Menurut dia, surplus perdagangan dengan AS menjadi salah satu penopang neraca perdagangan nasional.

"Amerika adalah sumber surplus nomor satu bagi Indonesia. Itu yang kita jaga," ujarnya di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, produk-produk Indonesia yang diekspor ke AS didominasi komoditas padat karya, seperti tekstil, alas kaki, minyak sawit, kopi, dan karet. Karena itu, keberlanjutan akses ke pasar AS dinilai penting untuk menjaga kinerja industri nasional sekaligus mempertahankan lapangan kerja di dalam negeri.

Dalam berbagai perundingan perdagangan dengan AS, Johni mengatakan pemerintah berupaya mengamankan kepentingan ekspor nasional agar komoditas unggulan Indonesia tetap mampu bersaing di pasar Negeri Paman Sam.

"Pendekatan Indonesia ke Amerika adalah untuk mengamankan pasar ekspor kita untuk komoditas-komoditas kita ke Amerika," kata Johni.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah juga terus memperluas akses ke pasar ekspor lain melalui berbagai perjanjian perdagangan. Namun, menurutnya, diversifikasi pasar membutuhkan waktu sehingga menjaga akses ke pasar AS tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Baca juga artikel terkait EKSPOR atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama