Menuju konten utama

Keliru, Bandara Kertajati Resmi Milik Militer USA

Manager Corporate Secretary PT BIJB, Imam Rasyidin membantah kebenaran konten-konten yang menyebut Bandara Kertajati resmi jadi milik Amerika.

Keliru, Bandara Kertajati Resmi Milik Militer USA
Periksa Fakta Bandara Kertajati Jadi Milik AS. foto/Fuad

tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook menyebutkan bahwa Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berada di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat diklaim resmi menjadi milik Militer Amerika Serikat (USA), dan dijadikan bengkel. Selain itu BIJB juga disebut mengibarkan bendera Amerika.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Andri Ansyah” (arsip) pada Jumat (29/05/2026). Unggahan yang beredar menampilkan gambar bendera Amerika Serikat yang dikibarkan di Bandara Kertajati.

Berita Hangat. Bandara Kertajati RI Resmi Jadi Milik Militer USA dan Dijadikan Bengkel Bendera Amerika Dikibarkan,” begitu narasi tertulis dalam gambar yang diunggah.

Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (09/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 175 likes, 205 komentar, dan 8 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat menyangkal informasi tersebut dan menyebutkan keadaan bandara sebenarnya masih efektif. Adapun lainnya mempertanyakan kebenaran informasi tersebut dan menuliskan reaksi kekecewaan terhadap pemerintah.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @nekbong_nek dan akun Facebook “Anies Rasyid Baswedan.” Kedua unggahan tersebut menampilkan gambar serupa dengan klaim Bandara Kertajati resmi menjadi milik militer Amerika dan dijadikan bengkel.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Periksa Fakta Bandara Kertajati Jadi Milik AS

Periksa Fakta Bandara Kertajati Jadi Milik AS. foto/Hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah ke laman Kompas, yang menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau bengkel perawatan pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, dan tolak pangkalan militer.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengajak seluruh pihak untuk menyikapi rencana ini dengan optimisme tinggi dan berpikir positif. Eman juga meminta masyarakat agar tidak terpancing oleh prasangka buruk yang mengaitkan fasilitas komersial ini dengan isu pangkalan militer.

Kita berpikir positif saja. MRO itu kan maintenance, bengkel pesawat. Kalau bengkel pesawatnya ada di Majalengka, saya yakin penerbangan komersialnya juga pasti akan ikut jalan. Jadi, dari segi bisnis, ini akan membuat Majalengka menjadi ramai,” begitu keterangan Eman Suherman dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (3/6/2026).

Eman menggambarkan kondisi Bandara Kertajati seperti mati suri atau mati tidak, hidup pun tidak. Ia berharap dengan adanya aktivitas MRO ini bisa menumbuhkan sektor industri pendukung, menggairahkan pelaku UMKM, hingga menyerap tenaga kerja lokal di sekitar kawasan bandara, sekaligus menyudahi masa mati suri Bandara Kertajati.

Pemkab Majalengka secara tegas menyatakan tidak sepakat jika bandara kebanggaan warga Jawa Barat tersebut dialihfungsikan menjadi pangkalan militer.

Jika dialihfungsikan menjadi pangkalan militer, kami secara tegas menyatakan tidak sepakat,” begitu tegas Eman.

Lebih lanjut, dalam Kompas disebutkan banyak unggahan yang beredar di media sosial, yang mengklaim foto-foto Bandara Kertajati resmi menjadi milik Angkatan Militer Amerika. Sebagai tanda kepemilikan oleh militer AS, foto dalam unggahan tersebut juga menunjukkan bendera AS berkibar di bandara itu.

Faktanya, foto yang menampilkan bendera AS berkibar dan menarasikan Bandara Kertajati menjadi milik Angkatan Militer AS merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI).

Unggahan yang beredar, yang mengklaim Bandara Kertajati jadi milik militer Amerika juga sudah dibantah oleh Manager Corporate Secretary PT BIJB, Imam Rasyidin pada Jumat (29/5/2026).

Imam memastikan bahwa foto tersebut tidak benar atau hoaks. Hingga saat ini, Imam mengklaim, Bandara Kertajati tidak mengibarkan bendera AS.

AI itu pak, hoaks,” begitu keterangan Imam, dikutip dari Kompas.com.

Pada awal Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memang sepakat untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Pesawat Angkut Berat C-130 Hercules se-Asia. Namun, sampai dengan Rabu (3/6/2026), Kemenhan mengatakan bahwa rencana itu masih dalam tahap pembicaraan mendalam.

Kalau sampai level deal belum ya, masih dalam tahap pembahasan,” ungkap Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait di kantor Kemenhan

Senada dengan hal tersebut, dalam laman Turnbackhoax, dinyatakan bahwa klaim yang menyebut Bandara Kertajati resmi menjadi milik militer asing merupakan konten manipulasi dan tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Bandara Kertajati resmi menjadi milik militer Amerika sehingga dikibarkan bendera AS adalah tidak benar dan tidak didukung oleh informasi dari media kredibel.

PT BIJB mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh unggahan yang beredar di media sosial tanpa memverifikasinya terlebih dulu. Adapun informasi resmi dapat diakses melalui media sosial ataupun website resmi https://bijb.co.id/.

Kesimpulan

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati resmi jadi milik militer Amerika sehingga dikibarkan bendera AS, bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Manager Corporate Secretary PT BIJB, Imam Rasyidin membantah kebenaran konten-konten yang menyebut Bandara Kertajati resmi jadi milik Amerika.

Adapun rencana Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Pesawat Angkut Berat C-130 Hercules se-Asia masih dalam tahap pembicaraan mendalam.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait AMERIKA atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto