tirto.id - Presiden Prabowo Subianto berkelakar mengenai munculnya aspirasi masyarakat yang menginginkan sikap tegas untuk memberantas koruptor di Indonesia. Ia berseloroh jangan-jangan sikap otoriter merupakan langkah efektif menegakkan hukum.
Hal itu disampaikannya dalam acara Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026) sore.
"Tapi kalau ditanya rakyat, jangan-jangan perlu juga sedikit-sedikit otoriter, jangan-jangan untuk melawan koruptor-koruptor itu," ujar Prabowo yang disambut tawa para menteri dan pengusaha yang hadir.
Perlu diketahui, skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025 turun tiga poin dari 37 poin di 2024 menjadi 34 poin di 2025. Skala 0 menandakan korupsi yang tinggi dan 100 korupsi yang rendah. Peringkat Indonesia di antara 180 negara yang dinilai pun merosot, dari semula di peringkat ke-99 menjadi ke-109.
Kelakar tersebut juga bermula saat Prabowo membahas mengenai sistem demokrasi di Indonesia. Ia menyadari adanya kelompok-kelompok yang sering mengeluh dan menuduh gaya kepemimpinannya otoriter.
Namun, ia menegaskan bahwa dirinya adalah produk nyata dari sistem demokrasi.
"Kalau nggak ada demokrasi gue nggak jadi presiden loh, saudara-saudara. Iya kan? Bener nggak?" katanya.
Prabowo kemudian berseloroh di hadapan para diplomat asing yang hadir bahwa dirinya tetap memegang teguh nilai-negara demokratis.
Ia memastikan penegakan hukum dalam masa kepemimpinannya akan berjalan tanpa kompromi, namun tetap berkeadilan.
"Waduh ada lagi banyak duta besar nih, negara Barat lagi waduh gue. I am completely democratic. Completely," tegas Prabowo.
Dalam visi "The New Indonesia" yang diusungnya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus bersih dari praktik korupsi, penyelewengan, hingga manipulasi di segala tingkatan birokrasi.
Ia bertekad menjalankan mandat rakyat dengan membangun pemerintah yang bersih dan adil sebagai syarat keberhasilan sebuah negara.
"Saya ingin ada rule of law di Indonesia. Saya ingin ada kepastian hukum. Hanya dengan kepastian hukum kita bisa menjamin stabilitas dan ketenangan bagi rakyat kita," terangnya.
Acara sarasehan ekonomi ini turut dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Danantara Rosan Roeslani, serta pimpinan organisasi pengusaha seperti Kadin, Apindo, dan Hipmi.
Selain itu, Prabowo sempat menyoroti kualitas demokrasi di Indonesia yang dinilainya sudah cukup baik.
Ia menegaskan bahwa keberhasilannya menduduki kursi presiden adalah bukti nyata berjalannya sistem demokrasi di tanah air.
"Untung kita masih negara apa itu, kita negara demokrasi kan? Bener ya? Demokrasi, agak demokrasi lah. Agak, lumayan lah demokrasi kita kan? Lumayan," tuturnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id

































