Menuju konten utama
Gearbox

Kelahiran Kembali Honda Prelude Menentukan Arah Tren Mobil Sport

Honda Prelude 2026 resmi masuk Indonesia, meski dengan sistem pra-presan. Kebangkitan tipe tersebut dinilai akan jadi kompas baru tren mobil sport global.

Kelahiran Kembali Honda Prelude Menentukan Arah Tren Mobil Sport
Honda Prelude 2026. foto/Dok. Honda
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hanya setahun. Itulah waktu yang dibutuhkan oleh pabrikan-pabrikan otomotif Jepang untuk bangkit kembali di segmen mobil sport. Setelah 2025 suram, yang ditandai oleh berakhirnya produksi Nissan GT-R "Godzilla", 2026 menjanjikan sesuatu berbeda. Pabrikan-pabrikan Jepang siap menggebrak kembali sekaligus meredefinisi mobil sport.

Tokyo Auto Salon 2026, yang dihelat pada 9-11 Januari 2026 lalu, jadi tonggaknya. Dalam pergelaran tersebut, pabrikan-pabrikan besar, seperti Toyota, Honda, Subaru, dan Nissan, kembali memamerkan mobil-mobil beperforma tinggi.

Nissan memang belum menghidupkan kembali GT-R. Akan tetapi, mereka tampil dengan Fairlady desain terbaru dan Z Nismo MT. Sementara itu, Honda memamerkan Civic Type R HRC Concept dan Prelude HRC Concept. Subaru, di sisi lain, menjadikan Levorg, WRX S4, dan Impreza, sebagai gacoannya. Ada juga Toyota, yang belum lama ini melakukan pencitraan ulang divisi balap, hadir lewat GR GT dan GR GT3, sekaligus mengisyaratkan kembalinya MR2, yang disetop produksinya pada 2007.

Mobil-mobil tersebut bukanlah supercar. Kendaraan itu masih nyaman digunakan sehari-hari, tetapi memang diberi mesin dan fitur-fitur yang bisa memberikan sensasi khas mobil balap. Di segmen supercar, pergerakan pabrikan-pabrikan Jepang itu memang masih adem ayem. Namun demikian, di arena mobil sport, mereka sudah terlihat sangat siap.

Dari sekian banyak mobil sport yang dipamerkan itu, bisa dibilang, Prelude paling menyita perhatian. Tipe tersebut sempat didiskontinyu pada 2001 dan belum pernah lagi dibangkitkan hingga kini. Kabar baiknya bagi konsumen Indonesia, ia sudah dipastikan masuk ke pasar dalam negeri lewat jalur resmi via Honda Prospect Motors (HPM).

Saat ini, Prelude edisi terbaru memang belum benar-benar masuk ke Indonesia. Pembeli baru bisa melakukan pra-pesan dan mobil bakal mulai dikirim pada Mei 2026. Namun, pengamat otomotif, Fitra Eri, memprediksi bahwa unit yang didatangkan tidak akan banyak karena semuanya bakal dijual secara CBU dan permintaan di pasar global sangatlah tinggi. "Diperkirakan sepanjang 2026 ini tak akan sampai 100 unit yang bisa masuk Indonesia," tulis Fitra di unggahan akun Instagram-nya.

Selain itu, ada dua hal lain yang disorot oleh Fitra. Pertama, fakta bahwa Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menjual Prelude secara resmi. Kedua, soal harga. Menurut Fitra, harga Prelude di Indonesia ini agak mengejutkan karena lebih murah dari Civic Type R.

"Harga jual diprediksi antara Rp 925-975 juta. Ini lumayan mengejutkan, karena di Jepang mobil ini harganya di atas Honda Civic Type R FL5. Sedangkan di Amerika Serikat harga resmi sedikit lebih murah dari FL5, tapi karena peminatnya membeludak sampai terjadi mark up harga hingga lebih dari 40 persen. Sedangkan di Indonesia Prelude ternyata bisa Rp 400 jutaan lebih murah dibanding Civic Type R FL5," jelas sosok yang juga merupakan pembalap profesional tersebut.

Honda Prelude 2026

Honda Prelude 2026. foto/Dok. Honda

Meski kemunculan kembali nama Prelude terasa seperti nostalgia, faktanya tidak demikian. Alih-alih menengok ke masa lalu, Prelude generasi keenam tersebut adalah cara Honda mempersiapkan masa depan.

"Prelude hadir sebagai wajah awal mobil elektrifikasi Honda di Indonesia. Melalui model ini, kami ingin menghadirkan mobil sport hybrid yang tetap mempertahankan karakter Honda yang menyenangkan untuk dikendarai," kata Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director HPM, dikutip dari CNN Indonesia.

Ya, berbeda dengan para pendahulunya, Prelude generasi keenam bukan mobil sport biasa, melainkan mobil sport bermesin hibrida. Fitra Eri menjabarkan, mobil tersebut berkubikasi mesin 2.000cc dan mampu menghasilkan tenaga 204 tenaga kuda serta torsi 315 Nm. Itu menunjukkan, meski sudah menggunakan mesin lebih ramah lingkungan, jiwa Prelude sebagai mobil sport sama sekali tidak hilang.

Honda Prelude generasi keenam tersebut bisa dibilang saudara sekandung Civic Type R. Sebab, keduanya dibuat dari sasis yang sama. Namun, memang ada sejumlah diferensiasi yang membuat Prelude lebih istimewa dibanding Civic Type R, seperti desain dasbor lebih mewah dan jok berlapis kulit. Itulah alasan kabar harga Prelude yang lebih murah dari Civic Type R di Indonesia agak mengejutkan. Sebab, normalnya, harga mobil tersebut semestinya lebih mahal.

Dalam ulasannya, Car Buzzmenilai Prelude 2026 sebagai Prelude terbaik yang pernah ada. Terlihat betul keseriusan Honda dalam membangkitkan kembali tipe yang pernah mati suri tersebut. Selain soal desain, interior, dan mesin, fitur keamanan membuat label produk unggulan layak disematkan pada Prelude 2026.

Satu-satunya "kekurangan"-nya adalah ketiadaan opsi transmisi manual seperti sebelum-sebelumnya. Meski begitu, absennya transmisi manual bukan karena Honda ingin “menghilangkan keasyikan berkendara”, melainkan karena konsep penggeraknya memang sudah berubah total. Dengan sistem hibrida yang lebih menyerupai mobil listrik, yaitu tanpa perpindahan gigi konvensional, opsi manual praktis tidak relevan lagi. Sebagai gantinya, pengemudi mendapat respons lebih halus, efisien, dan konsisten, di berbagai kondisi, terutama untuk penggunaan sehari-hari dan perjalanan jarak jauh.

Di situlah letak benang merah Prelude generasi keenam dan para pendahulunya. Sebab, sejak awal, Honda memang tidak pernah memosisikan Prelude sebagai mobil sport yang murni mengejar tenaga. Ia lahir sebagai coupe dua pintu yang menawarkan pengalaman berkendara lebih menyenangkan dibanding model Honda lain pada masanya, lalu berkembang selama lima generasi hingga akhirnya dihentikan pada 2001.

Sepanjang perjalanannya, Prelude justru berfungsi sebagai etalase teknologi Honda. Pada era 1980-an, model tersebut berani mengusung fitur-fitur yang tergolong maju, mulai dari desain pop-up headlights hingga sistem four-wheel steering (4WS), yang menegaskan fokus Honda pada presisi dan keseimbangan. Memasuki 1990-an, identitas tersebut kian menguat lewat mesin-mesin VTEC yang mampu memadukan performa tinggi dan efisiensi. Itu membuat Prelude digemari para penggemar bukan hanya karena tenaganya, tetapi karena rasa mengemudinya yang tajam dan “pintar”.

Memang, bagi banyak penggemar lama, absennya transmisi manual pada Prelude generasi keenam terasa seperti kehilangan. Namun, perubahan tersebut bukanlah bentuk pengingkaran terhadap warisan Prelude. Sebaliknya, ia mencerminkan evolusi filosofi yang sama dalam konteks zaman berbeda. Jika dulu inovasi Prelude hadir lewat 4WS atau VTEC, kini wujudnya adalah sistem penggerak hibrida yang lebih menyerupai mobil listrik.

Dengan kata lain, kembalinya Prelude pada 2026 bukan sekadar upaya membangkitkan nama besar dari masa lalu. Ia adalah kelanjutan logis dari peran yang sejak awal diembannya, sebagai jembatan antara keasyikan berkendara dan teknologi masa depan. Seperti namanya, Prelude generasi keenam tersebut kembali menjalankan fungsinya sebagai prelude, sebuah pembuka menuju babak baru mobil sport Honda.

Honda Prelude 2026

Honda Prelude 2026. foto/Dok. Honda

Lantas, dengan diperkenalkannya kembali Prelude, apakah artinya Honda sudah membaca adanya arah baru dalam tren mobil?

Ketika Prelude didiskontinyu pada 2001 dulu, tren global jadi alasan utama. Kala itu konsumen mulai meninggalkan mobil sport coupe dan memilih sedan empat pintu serta mobil kompak berperforma tinggi. Akibatnya, pengeluaran tak sebanding dengan penjualan sehingga Prelude pun mesti dikorbankan.

Kini, Prelude dilahirkan lagi dan, seperti yang terlihat pada Tokyo Auto Salon 2026, pabrikan-pabrikan Jepang lainnya pun tampak "panas" dalam memamerkan mobil-mobil sport dua pintu terbarunya. Apakah ini artinya selera pasar mulai bergeser?

Sebenarnya, sih, belum. Akan tetapi, menurut ulasan di Autoblog, justru Prelude bisa, lagi-lagi, menjadi prelude 'pembuka' bangkitnya popularitas mobil sport coupe dua pintu. Tentu saja, itu bisa terwujud jika ia laris manis di pasaran.

Saat ini, tentunya, masih mustahil menilai apakah Prelude generasi keenam ini bakal sukses atau tidak. Namun, harus diakui, animo pasar, pengamat, dan media, terhadap mobil tersebut sangatlah besar sehingga sangat mungkin terkonversi secara riil menjadi angka penjualan. Apabila terwujud, lanskap otomotif global akan kembali dihiasi oleh mobil-mobil yang tidak cuma mengedepankan fungsi, tetapi juga kenikmatan berkendara dan desain memikat hati.

Baca juga artikel terkait MOBIL HONDA atau tulisan lainnya dari Yoga Cholandha

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Yoga Cholandha
Penulis: Yoga Cholandha
Editor: Fadli Nasrudin