Menuju konten utama

Kekeringan Melanda Tiga Kecamatan di Kabupaten Bogor

Sebanyak 2.193 warga mengalami krisis air bersih yang tersebar di Kecamatan Nanggung, Citeureup, dan Kecamatan Jonggol.

Kekeringan Melanda Tiga Kecamatan di Kabupaten Bogor
BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan. (FOTO/Dok.BPBD)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, tiga kecamatan di wilayahnya telah mengalami kekeringan dalam waktu dua bulan terakhir. Ketiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Nanggung, Citeureup, dan Kecamatan Jonggol.

Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, mengatakan bahwa ketiga wilayah yang mengalami kekeringan telah terdata pula menjadi penerima distribusi air bersih.

"Yang masuk ke kami bahwa permintaan air itu ada tiga kecamatan, yakni Nanggung, Citeureup, dan Jonggol," ujar Andi kepada Bogor24Updatesaat dikonfirmasi via seluler, Jumat, 1 Agustus 2025.

Akibat dari kekeringan yang melanda Kabupaten Bogor, sebanyak 2.193 warga mengalami krisis air bersih. "Untuk desanya ada empat, yakni Desa Nanggung, Hambalang, Tajur, dan Jonggol. Sedangkan jumlah KK ada 842, dan jiwanya 2.193," ucapnya.

Andi menyebut, laporan kekeringan yang mengakibatkan krisis air bersih itu telah terjadi sejak bulan Juni lalu.

"Dari 10 Juni 2025, kita ada permintaan dari Kecamatan Nanggung yang kita kirim air bersih waktu itu," cetusnya.

"Kalau yang di Kecamatan Citeureup itu ada dua laporan, 20 Juli dan 31 Juli 2025. Sedangkan yang di Kecamatan Jonggol itu 29 Juli 2025," sambungnya.

Total, BPBD Kabupaten Bogor telah mendistribusikan 30 ribu liter air bersih pada tiga kecamatan terdampak kekeringan.

Di tengah krisis air bersih yang masih melanda, Andi menyarankan kepada warga untuk mengirim surat ataupun melakukan kontak melalui media sosial BPBD Kabupaten Bogor serta 112 jika situasinya kembali mendesak.

"Bisa diusahakan bila memang bergotong royong untuk pengeboran air bersih, kami juga mengirim toren-toren yang sudah difasilitasi oleh DPKPP Kabupaten Bogor," tuturnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menambahkan bahwa dari tiga kecamatan tersebut bencana kekeringan dan krisis air bersih terparah berada di wilayah Jonggol.

Di wilayah ini tepatnya di Desa Jonggol, tercatat sebanyak 2.063 warga mengalami krisis air bersih.

"Krisis air bersih di Kampung Karni ada 300 KK dengan 1.013 jiwa, di Kampung Kujang ada 400 KK dengan 840 jiwa, dan di Kampung Kujang Babakan ada 83 KK dengan 210 jiwa," ungkapnya.

Adam menduga bahwa itu terjadi lantaran intensitas hujan di wilayah tersebut mulai menurun. Meski beberapa wilayah lain di Kabupaten Bogor masih tinggi.

"Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan sumber mata air warga berkurang dan kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya," ujarnya.

Di wilayah ini, BPBD Kabupaten Bogor pun mendistribusikan 15 ribu liter air bersih dari Kantor BPBD Kabupaten Bogor dan Perumda Tirta Kahuripan Instalasi Kujang Jonggol.

"Sebanyak 15 ribu liter air bersih telah didistribusikan oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor, dan air bersih cukup untuk beberapa hari ke depan," pungkas Adam.

=====

Bogor24Update.id adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait KEKERINGAN AIR atau tulisan lainnya dari bogor24update.id

tirto.id - Flash News
Kontributor: bogor24update.id
Penulis: bogor24update.id
Editor: Siti Fatimah