Menuju konten utama

Kedubes Ukraina Minta WNI Waspadai Tawaran Jadi Militer Rusia

Dubes Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, membantah tuduhan tersebut dan menegaskan perwakilannya tidak pernah merekrut WNI menjadi tentara.

Kedubes Ukraina Minta WNI Waspadai Tawaran Jadi Militer Rusia
Ilustrasi Tentara Rusia. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kedutaan Besar (Kedubes) Ukraina di Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk mewaspadai berbagai tawaran kerja menjadi personel militer Rusia karena berisiko memicu konsekuensi hukum. Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya informasi mengenai dugaan delapan WNI yang direkrut menjadi tentara Rusia untuk bertempur di Ukraina.

“Kedutaan Besar mendesak warga negara Indonesia untuk bersikap sangat waspada terhadap tawaran pekerjaan, pendidikan, atau yang berkaitan dengan militer yang terkait dengan Rusia,” kata Kedutaan Besar Ukraina dalam keterangannya yang diterima Tirto, Kamis (3/9/2026).

Kedubes Ukraina menegaskan siapa pun yang secara sengaja dan sukarela bergabung dengan pasukan Rusia untuk berperang melawan Ukraina dapat menghadapi sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Apabila terdapat warga negara asing (WNA) yang tertangkap sebagai tawanan perang, pihak Ukraina memastikan komitmennya terhadap hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa, serta memberikan perlakuan manusiawi tanpa memandang kewarganegaraan.

Selain itu, Ukraina menyatakan siap berkoordinasi dengan Pemerintah Indonesia untuk mencegah WNI masuk ke dalam jajaran pasukan pendudukan Rusia.

“Memperoleh akses jika mereka ditangkap sebagai tawanan perang, serta menangani kasus-kasus individu melalui saluran diplomatik, hukum, dan kemanusiaan yang berlaku,” jelas Kedutaan Besar Ukraina.

“Tidak seorang pun warga negara Indonesia boleh menjadi korban lain dari perekrutan menipu yang digunakan untuk mempertahankan perang ilegal Rusia terhadap Ukraina,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) mengklaim bahwa Moskow secara sistematis merekrut warga asing guna mengisi kekosongan personel sekaligus membangun narasi adanya dukungan global terhadap operasi militer mereka.

“Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen mengenai setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan pasukan pendudukan RF (tentara bayaran Rusia),” tulis SZRU di laman resminya.

Tanggapan Pihak Rusia

Di sisi lain, Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, membantah tuduhan tersebut dan menegaskan perwakilannya tidak pernah merekrut WNI menjadi tentara.

"Kantor perwakilan Rusia di mana pun di Indonesia sama sekali tidak melakukan rekrutmen untuk angkatan bersenjata Rusia," kata Dubes Tolchenov seusai konferensi pers road show Komite Pariwisata Kota Moskow (Mostourism) di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (1/9/2026).

Meski tidak menampik adanya WNA—seperti pekerja, mahasiswa, hingga wisatawan—yang memutuskan bergabung ke angkatan bersenjata saat menetap di Rusia, Tolchenov menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing individu.

"Diakui memang tak sedikit warga negara asing di militer Rusia, tetapi kedutaan besar sama sekali tak terlibat melakukan rekrutmen di dalamnya," ucap dia.

Tolchenov menambahkan, pihaknya mengetahui adanya penyelidikan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI perihal isu delapan WNI tersebut dan menyatakan siap bersikap terbuka.

"Jika mereka ingin menanyakan sesuatu pada kami, tentu saja kami siap memberi penjelasan maupun bekerja sama," kata dia.

Baca juga artikel terkait WNI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama