Menuju konten utama

Kecelakaan Bus Jemaah Haji RI di Arab Saudi, 10 Orang Luka-Luka

Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 28 April 2026 saat rombongan jemaah dalam perjalanan kembali dari kegiatan city tour di Jabal Magnet.

Kecelakaan Bus Jemaah Haji RI di Arab Saudi, 10 Orang Luka-Luka
Direktur PWNI Kemlu, Heni Hamidah di Kantor Kemlu, Kamis (16/4/2026). tirto.id/M Fajar Nur

tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui KJRI Jeddah tengah menangani kecelakaan lalu lintas yang melibatkan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 28 April 2026 saat rombongan jemaah dalam perjalanan kembali dari kegiatan city tour di Jabal Magnet.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Heni Hamidah, menyampaikan kecelakaan melibatkan dua bus yang mengangkut jemaah dari kloter berbeda.

“Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah tengah menangani kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami kelompok Jemaah Haji Indonesia (JHI) pada 28 April 2026 di Arab Saudi,” kata Heni, dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan kecelakaan tersebut terjadi antara bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1. Kedua bus itu, katanya, diketahui tengah dalam perjalanan pulang usai mengikuti kegiatan wisata di kawasan Jabal Magnet.

“Kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet. Berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujar Heni.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Heni menyebut insiden tersebut menyebabkan sejumlah jemaah mengalami luka. Total terdapat 10 orang korban, dengan mayoritas mengalami luka ringan.

“Terdapat 10 orang korban luka, 7 orang dari JHI Kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan, dan saat ini telah kembali ke Hotel Andalus Golden,” jelas Heni.

Sementara itu, tiga korban lainnya berasal dari Kloter SUB-2. Dari jumlah tersebut, dua jemaah telah diperbolehkan kembali setelah mendapat perawatan medis.

“Sementara 3 orang korban berasal dari Kloter SUB-2. Setelah mendapatkan penanganan medis, dua orang telah diperbolehkan kembali, sedangkan satu orang jemaah berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba,” lanjutnya.

Kemlu melalui KJRI Jeddah, kata Heni, terus memantau perkembangan kondisi para korban serta memastikan seluruh jemaah mendapatkan penanganan yang diperlukan.

“KJRI Jeddah terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, penyelenggara perjalanan, serta pihak-pihak terkait guna memastikan seluruh jemaah memperoleh penanganan dan pendampingan yang diperlukan,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama