tirto.id - Kebutuhan moda transportasi kereta api di Indonesia terus meningkat, angka kebutuhan mencapai sekitar 2.000 gerbong per tahun. Diprediksi, kebutuhan akan moda transportasi kereta api akan bertambah di masa mendatang.
Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Wamenperin RI), Faisol Riza, menyatakan apresiasinya pada operator kereta api dalam negeri yang telah meningkatkan kualitas layanan maupun infrastruktur.
"Pertumbuhan mobilitas penumpang dalam lima tahun diperkirakan mencapai 10,6 persen per tahun, pertumbuhan angkutan barang mencapai 12,3 persen per tahun,” kata Riza dalam sambutannya di rangkaian FGD Potensi Pengembangan Komponen Kereta Api Dalam Negeri, pada Jumat (25/7/2025).
Oleh karena itu, sebut Riza, Kemenperin mengapresiasi operator kereta api dalam negeri seperti PT KAI, PT Kereta Commuter Indonesia, dan PT MRT Jakarta. Menurutnya, ketiganya telah meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur, sehingga kereta api dan moda transportasi yang lain sudah aman maju, cepat, bersih, aman dan nyaman.
Selain itu, Riza menyebut beberapa komponen kereta api berpotensi untuk dikembangkan di dalam negeri seperti blok rem komposit dan roda kereta api komposit yang kebutuhannya sekitar 220.000 dan 30.000 unit per tahun.
Kendati begitu, Riza mengaku hal itu masih dalam proses pendalaman agar dapat memenuhi spesifikasi teknis dan keterbatasan alat pengujian sesuai standar internasional.
"Menyadari bahwa keberhasilan jangka panjang sektor perkeretaapian Indonesia masih bergantung pada daya saing, kompetensi, reliabilitas rantai pasok, dan ekosistem industri yang terintegrasi. Maka, komitmen pengembangan industri dalam negeri dan kolaborasi antar-pemerintah, industri, dan akademisi sangatlah penting," ujar Riza.
Sebagai tambahan informasi, mengacu pada data Grand View Research (2023), potensi pasar global untuk sarana kereta api diperkirakan mencapai USD96,5 miliar pada tahun 2030. Angka tersebut bertumbuh 6,3 persen setiap tahun di mana Asia Pasifik sebagai pasar terbesar.
Kemenperin menggelar FGD Potensi Komponen Kereta Api Dalam Negeri di Hotel Tentrem Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membahas peran strategis PT KAI dalam pengembangan industri sarana dan komponen kereta api dalam negeri.
Diskusi mengulas berbagai hal mulai dari proyeksi kebutuhan, perkembangan penggunaan blok rem komposit, rencana strategis PT KAI untuk meningkatkan nilai tambah industri sarana, dan komponen kereta api dalam negeri.
Kemenperin berharap melalui FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi yang implementatif untuk menyelesaikan tantangan dari aspek teknis, aspek bisnis dan investasi, serta infrastruktur pendukung seperti penyediaan fasilitas oleh lembaga pengujian.
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































