tirto.id - Seorang mahasiswi Universitas Islam Bandung (Unisba), Maimanati Mutmainnah, dinyatakan hilang setelah pamit pergi ke Garut, Sabtu (11/7/2026). Perempuan asal Cicalengka, Kabupaten Bandung, berusia 24 tahun ini, pamit kepada keluarga untuk menghadiri acara pernikahan seorang teman selama menempuh pendidikan di Garut.
Kakak Mutmainnah, Fitri, mengatakan adiknya itu berangkat menaiki kereta api bersama teman-temannya dari arah Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung. Sang adik bilang, seusai menghadiri acara pernikahan, ia berencana pergi main di sekitaran Kota Intan tersebut.
Namun sepekan berlalu, keberadaan Ade, panggilan akrab Fitri bagi Mutmainnah, belum juga diketahui hingga saat ini.
“Belum ada informasi apapun dari kepolisian. Keluarga masih terus mencari. Sekarang mencari di wilayah sekitar Cicalengka,” kata Fitri saat dihubungi kontributor Tirto, Jumat (16/7/2026).
Kronologi Mahasiswi Unisba Hilang
Dirinya tidak menduga, percakapan pada Senin (13/7/2026) sekira pukul 12.30 WIB bakal menjadi pesan terakhir dari Mutmainnah sebelum hilang kontak dengan keluarga. Ia seketika tidak bisa dihubungi beberapa menit kemudian, seusai memberitahu rencana pulang pada Senin sore.
Fitri menuturkan, baik itu melalui panggilan WhatsApp maupun panggilan telepon biasa, tidak ada pesan yang terkirim lagi.
“Diizinkan [pergi] karena ya kami juga tahu gitu teman yang diajak main sama siapa. Walaupun [pergi] malam-malam,” tuturnya.
Keluarga tidak merasa khawatir saat Mutmainnah hendak pergi ke Garut. Mengingat Mutmainnah sempat menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Garut.
"Ade sering ke Garut. Pasti pulang. Bertemu teman-teman pesantren," ucapnya.
Disaat Mutmainnah tak terjangkau keluarga, keluarga langsung menghubungi sejumlah teman-temannya di Garut. Namun, mereka juga mengaku tidak tahu keberadaan Mutmainnah. Bahkan, salah seorang temannya mengatakan sama sekali tak ada komunikasi sejak Minggu.
“Sama juga enggak tahu, karena terakhir kontak itu hari Minggu katanya gitu. Jadi bener-bener hilang kontak sama temennya itu juga hari Senin,” sebutnya.
Selain itu, keluarga juga bertanya kepada teman-teman Mutmainnah yang berencana berangkat dari Bandung. Kejanggalan lalu muncul, teman-temannya juga bilang tidak bertemu dengan Mutmainnah selama berada di Garut. Mereka juga tidak menerima kabar dari Mutmainnah sejak Sabtu.
Fitri menceritakan, pesan terakhir yang diterima teman-temannya adalah Mutmainnah tidak jadi berangkat ke Garut, Sabtu malam. Mutmainnah bilang, mengalami gangguan pemesanan tiket di Stasiun Kiaracondong karena keliru memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Mereka lantas menduga, Mutmainnah kembali ke Cicalengka.
“Mau main sama temennya. Sama [datangi] pernikahan terus main juga, katanya, kan makanya janjian itu [di Kiaracondong]. Tapi [sepertinya] enggak jadi. Ya maksudnya di Garut juga enggak ada [temen] yang ketemu sama adik,” ucap Fitri.
Keluarga juga sempat bertanya kepada pihak Stasiun Kiaracondong. Namun, mereka hanya mendapatkan informasi terkait pembelian tiket atas nama Mutmainnah, pada Senin. Mutmainnah terkonfirmasi membeli tiket kepulangan dari Kiaracondong menuju Cicalengka.
“Jadi adik tuh sebenarnya kayaknya enggak ke Garut gitu posisinya itu. Karena ada di datanya tercatat NIK, adik itu ternyata beli tiket pulang [Senin] ke Cicalengka,” lanjutnya.
Pihak keluarga sempat mendapatkan akses untuk melihat rekaman CCTV. Namun hasil rekaman tidak tampak jelas, sehingga menyulitkan untuk melacak keberadaan Mutmainnah. Adapun saat ini pihaknya hendak mencoba melihat rekaman CCTV di Stasiun Cicalengka.
“Yang bingung itu. Karena masalahnya komunikasinya lewat chat, jadi kami enggak tahu apakah itu adik atau bukan. Tapi sampai hari Senin kami masih ada komunikasi sama adik, cuman hilang kontak itu Senin sore,” sambung Fitri.
Tak Memiliki Masalah Apapun
Fitri memastikan adiknya tidak memiliki masalah apapun selama ini. Berdasarkan informasi dari teman-teman Mutmainnah juga, ia tidak menjalin hubungan asmara dengan siapapun.
“Enggak [ada masalah], biasa gitu. Temen-temennya juga. Makanya pas awal chatting-an itu enggak menaruh, enggak ada curiga sama sekali gitu sama adik tuh. Baru di hari Senin, mulai "kok, kok belum pulang?" gitu pas aku nanyain temennya,” ungkap Fitri.
“Mohon doanya, bantuan dari teman-teman atau masyarakat yang melihat Ade dengan ciri-ciri yang sudah diinformasikan. Keluarga berharap Ade cepat pulang dan kembali ke keluarga,” harapnya.
Senada dengan Fitri dan teman-temannya, salah satu Dosen Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Unisba, Fadhil, menilai Mutmainnah sebagai mahasiswi pada umumnya. Ia berkelakuan baik dan tidak memiliki masalah. Dia cukup mengenal sosoknya lantaran pernah mengisi mata kuliah yang diambil Mutmainnah.
“Mahasiswi aktif, bergaul, kemudian menjadi mahasiswi yang menyenangkan di dalam pergaulan itu. Tidak ada indikasi-indikasi apa, menyendiri dan lain sebagainya gitu, tidak,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (16/7/2026).
Mutmainnah merupakan mahasiswi KPI angkatan 2020. Menurutnya, ia tidak lagi disibukkan dengan kegiatan mata kuliah. Mutmainnah sudah fokus menyelesaikan skripsi. Pertama kali pihak kampus mendengar kabar hilangnya Mutmainnah, pada Minggu (12/7/2026). Otoritas kampus langsung berkoordinasi dengan orang tua dan para mahasiswa.
“Sampai saat ini kami terus koordinasi dengan keluarga gitu ya, pihak keluarga pun cukup kooperatif untuk menceritakan seluruh perkembangannya day to day,” ujarnya.
Polisi Masih Mencari Mutmainnah
Pihak keluarga sudah melaporkan hilangnya Mutmainnah ke Polsek Cicalengka, Kabupaten Bandung sejak Selasa (14/7/2026).
Kasi Humas Polresta Bandung, Ipda Dini, menjelaskan, polisi terus melakukan proses pencarian keberadaan mahasiswi Unisba.
“Masih dalam pendalaman dan pencarian,” jelas Dini saat dikonfirmasi Tirto, Kamis (16/7/2026).
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































