tirto.id - Puluhan siswa di Kota Taipei, Taiwan, dilaporkan keracunan akibat program makan siang gratis -- serupa MBG di Indonesia -- pada Selasa (8/9/2026) waktu setempat. Peristiwa ini menyebabkan 87 siswa menderita diare dan muntah-muntah.
Menukil media lokal, Public Television Service (PTS), peristiwa keracunan “MBG” di Kota Taipei itu dilaporkan terjadi di Sekolah Menengah Chengyuan. Puluhan siswa disebut mengalami gejala keracunan pada Selasa.
Biro Kesehatan Kota Taipei menyatakan telah melakukan sejumlah langkah penanganan begitu laporan dugaan keracunan mereka terima. Mereka juga memastikan bahwa konsekuensi akan diterapkan sesuai hukum yang berlaku jika insiden tersebut betulan terjadi karena keracunan menu makan siang gratis.
Serupa di Indonesia, Taiwan juga memiliki program makan siang gratis yang diinisiasi oleh pemerintah setempat. Namun, beda dengan MBG, program di Taiwan merupakan inisiatif pemerintah daerah dan tidak berlaku secara nasional.
Hanya saja, pada 2026 ini, terjadi peningkatan jumlah wilayah yang menerapkan kebijakan ini. Kota Taipei merupakan salah satu wilayah yang mulai menerapkan program makan siang pada tahun ini selain New Taipei, Taichung, dan daerah lainnya.
Penyebab dan Kronologi Siswa Taiwan Keracunan Makan Siang Gratis
Berdasarkan keterangan Biro Kesehatan Kota Taipei, kasus keracunan puluhan siswa sekolah ini diduga disebabkan oleh menu makan siang gratis. Kronologi peristiwa ini disebut berawal pada Senin (8/9) saat para siswa mengonsumsi makan siang gratis, sehari sebelum kasus ini dilaporkan.
Seturut kronologinya, pihak sekolah mendapati gejala keracunan dirasakan siswa pada Selasa siang, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Banyak siswa yang mengeluhkan gejala berupa diare dan mual.
Setelah dimintai keterangan, puluhan siswa terdampak menyebut bahwa gejala ini mereka rasakan sejak Senin malam sebelumnya. Gejala tersebut kemudian tak membaik hingga Selasa, ketika mereka masuk sekolah.
Pihak sekolah kemudian menduga bahwa peristiwa itu merupakan insiden keracunan massal. Penyebabnya disinyalir karena menu makan siang gratis yang disantap para siswa pada Senin.
Melansir Taipei Times, pejabat legislatif tingkat Kota Taiwan, Lin Liang-chun, menyebut pihak orang tua siswa menduga anak mereka telah memakan daging yang busuk. Dugaan itu muncul setelah sejumlah siswa mengeluhkan daging makan siang gratis di sekolah berbau menyengat.
Penanganan Kasus Keracunan “MBG” Taiwan
Menurut pihak Biro Kesehatan Kota Taipei, penanganan kasus keracunan makan siang gratis di wilayah tersebut langsung dilakukan begitu muncul laporan. Selain menangani para siswa terdampak, mereka menjelaskan telah mengirim petugas untuk melakukan inspeksi ke dapur produksi menu makan siang gratis.
Lembaga itu juga menyebut telah mengambil 11 sampel dari dapur Sekolah Menengah Chengyuan, termasuk di antaranya dari sisa makanan dan lingkungan dapur. Dalam inspeksi yang dilakukan, petugas kesehatan menemukan bahwa dapur tersebut rupanya memiliki beberapa kekurangan aspek kebersihan, termasuk adanya kotoran di bawah lemari es, air di lantai, dan rak kotor.
Imbas peristiwa pada Selasa tersebut, Biro Kesehatan Kota Taipei telah menangguhkan operasional dapur dan menetapkan batas waktu perbaikan sebelum Jumat (11/9). Selain itu, mereka juga memastikan akan memberikan sanksi denda sesuai hukum yang berlaku jika kasus keracunan memang terbukti.
Sementara itu, Pemerintah Kota Taipei menyatakan akan menggiatkan inspeksi mendadak setelah insiden keracunan di Chengyuan. Hal ini diungkap Wali Kota Taipei Chiang Wan-an pada Selasa.
Selain itu, Chiang juga menyebut bahwa pihaknya akan menelusuri bahan-bahan yang digunakan untuk memasak menu makan siang gratis di Sekolah Menengah Chengyuan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah menu makan siang gratis telah dibuat dengan bahan-bahan yang sehat atau tidak.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































