Menuju konten utama

Kapolri Tangkap Sejumlah Pelaku Pembakar Lahan Kalimantan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tegaskan sejumlah nama pelaku pembakar lahan karhutla Kalimantan sudah dikantongi dan diciduk.

Kapolri Tangkap Sejumlah Pelaku Pembakar Lahan Kalimantan
Foto udara memperlihatkan asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Selasa (4/8/2026). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan tim penyidik kepolisian telah menangkap sejumlah terduga pelaku yang menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat di wilayah Kalimantan. Langkah ini diambil setelah ditemukan indikasi kuat adanya unsur tindak pidana kesengajaan dalam pembakaran lahan.

Menurut Sigit, saat ini tim penyidik masih melakukan tindak lanjut penyidikan. Sehingga, belum dapat dirinci mengenai jumlah dan identitas para terduga pelaku yang telah dikantongi penyidik tersebut.

"Beberapa nama sudah kami amankan," kata Sigit kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).

Penangkapan Inisial BS di Kabupaten Berau

Salah satu pengungkapan dilakukan Polres Berau, Kalimantan Timur. Tim penyidik di kasus ini menangkap pria berinisial BS yang diduga melakukan pembakaran lahan hingga melahap sekitar 12 hektare lahan di Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau.

Sigit menegaskan, penyidikan akan dilakukan secara mendalam oleh polres dan polda setempat yang terjadi peristiwa Karhutla. Dia memastikan, penanganan akan dilakukan secara profesional dan transparan.

"Saat ini yang sedang kita lakukan, pemadaman sekaligus juga kita lakukan lidik dan investigasi terkait dengan peristiwa yang terjadi," tutur Sigit.

Penurunan Jumlah Titik Panas di Tiga Provinsi

Sigit bilang, jumlah hotspot di Kalimantan Barat merosot dari 784 titik menjadi 82 titik, atau berkurang sebanyak 702 titik dalam sehari. Sedangkan di Kalimantan Tengah, hotspot turun dari 694 titik menjadi hanya 22 titik, atau berkurang 672 titik. Penurunan juga terjadi di Kalimantan Selatan, dari 85 titik menjadi 12 titik atau berkurang 73 titik.

Meski demikian, penurunan jumlah hotspot tidak dapat diartikan jika seluruh kebakaran hutan dan lahan telah padam. Hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang ditangkap oleh sensor satelit pada waktu tertentu dan juga tidak selalu identik dengan kebakaran aktif.

Laporan BNPB Terkait Sebaran Karhutla Nasional

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian karhutla di Kalimantan, Sumatra, dan Jawa dalam periode pelaporan Kamis hingga Jumat, 20–21 Agustus 2026. Salah satu kejadian terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (20/8/2026).

Kebakaran melanda lahan di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, serta Desa Lenggang dan Desa Lintang di Kecamatan Renggiang. Total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 3,8 hektare. BPBD Kabupaten Belitung Timur langsung mengerahkan empat personel dengan empat set mesin pompa gendong, selang pemadam, serta satu kendaraan operasional untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca juga artikel terkait KASUS KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah