tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan tim penyidik kepolisian telah menangkap sejumlah terduga pelaku yang menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat di wilayah Kalimantan. Langkah ini diambil setelah ditemukan indikasi kuat adanya unsur tindak pidana kesengajaan dalam pembakaran lahan.
Menurut Sigit, saat ini tim penyidik masih melakukan tindak lanjut penyidikan. Sehingga, belum dapat dirinci mengenai jumlah dan identitas para terduga pelaku yang telah dikantongi penyidik tersebut.
"Beberapa nama sudah kami amankan," kata Sigit kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Penangkapan Inisial BS di Kabupaten Berau
Salah satu pengungkapan dilakukan Polres Berau, Kalimantan Timur. Tim penyidik di kasus ini menangkap pria berinisial BS yang diduga melakukan pembakaran lahan hingga melahap sekitar 12 hektare lahan di Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau.
Sigit menegaskan, penyidikan akan dilakukan secara mendalam oleh polres dan polda setempat yang terjadi peristiwa Karhutla. Dia memastikan, penanganan akan dilakukan secara profesional dan transparan.
"Saat ini yang sedang kita lakukan, pemadaman sekaligus juga kita lakukan lidik dan investigasi terkait dengan peristiwa yang terjadi," tutur Sigit.
Penurunan Jumlah Titik Panas di Tiga Provinsi
Sigit bilang, jumlah hotspot di Kalimantan Barat merosot dari 784 titik menjadi 82 titik, atau berkurang sebanyak 702 titik dalam sehari. Sedangkan di Kalimantan Tengah, hotspot turun dari 694 titik menjadi hanya 22 titik, atau berkurang 672 titik. Penurunan juga terjadi di Kalimantan Selatan, dari 85 titik menjadi 12 titik atau berkurang 73 titik.
Meski demikian, penurunan jumlah hotspot tidak dapat diartikan jika seluruh kebakaran hutan dan lahan telah padam. Hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang ditangkap oleh sensor satelit pada waktu tertentu dan juga tidak selalu identik dengan kebakaran aktif.
Laporan BNPB Terkait Sebaran Karhutla Nasional
Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian karhutla di Kalimantan, Sumatra, dan Jawa dalam periode pelaporan Kamis hingga Jumat, 20–21 Agustus 2026. Salah satu kejadian terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (20/8/2026).
Kebakaran melanda lahan di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, serta Desa Lenggang dan Desa Lintang di Kecamatan Renggiang. Total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 3,8 hektare. BPBD Kabupaten Belitung Timur langsung mengerahkan empat personel dengan empat set mesin pompa gendong, selang pemadam, serta satu kendaraan operasional untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































