tirto.id - Sebentar lagi bulan Rajab 2026 akan segera berakhir. Lantas, kapan Jumat terakhir di bulan Rajab 2026? Simak doa dan amalan yang dianjurkan.
Dalam kalender Hijriah, bulan Rajab tercatat sebagai bulan ketujuh. Secara terminologi, Rajab berasal dari kata dasar bahasa Arab "Tarjiib" yang berarti mengagungkan atau memuliakan.
Rajab termasuk salah satu empat bulan mulia atau asyhurul hurum. Selain Rajab, bulan mulia tersebut ialah Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharrram.
Allah akan melipatgandakan amal ibadah bagi hamba-Nya pada bulan tersebut. Kemudian, sejumlah keutamaan juga dimiliki bulan Rajab. Sebab itu, kehadiran bulan Rajab disambut dengan sukacita oleh umat Muslim.
Kapan Jumat Terakhir di Bulan Rajab 2026

Keistimewaan bulan Rajab sebagai bulan suci termaktub dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Artinya:”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban,” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).
Bagi umat Islam, kehadiran bulan Rajab merupakan sesuatu yang dinantikan. Biasanya, umat Islam akan menggelar ibadah khusus untuk mengisi bulan Rajab dan melaksanakan beberapa ibadah tertentu di bulan Rajab, termasuk di Jumat terakhir.
Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, Jumat terakhir bulan Rajab bertepatan dengan 27 Rajab dan diperingati sebagai peristiwa Isra Miraj. Hal ini menambah keistimewaan dalam Jumat terakhir bulan Rajab.
Jika merujuk pada Pengumuman LF PBNU tentang awal Rajab 1447 Hijriah nomor 110/PB.08/A.II.11.13/13/12/2025, maka Jumat terakhir bulan Rajab bertepatan dengan 26 Rajab 1447.
Sementara dalam kalender Masehi, Jumat terakhir bulan Rajab jatuh pada tanggal 16 Januari 2026. Tanggal tersebut dapat menjadi acuan bagi umat Islam untuk mengamalkan ibadah-ibadah tertentu khusus Jumat terakhir bulan Rajab.
Berikut waktu Jumat terakhir bulan Rajab yang dapat menjadi acuan:
- Jumat, 16 Januari 2026
Bacaan Doa Jumat Terakhir di Bulan Rajab
Mengutip tulisan berjudul "Doa Malam Isra’ Mi’raj 27 Rajab dan Tata Cara Membacanya, Dikabulkan Segala Hajat" yang dimuat via laman NU Online pada 12 Januari 2026, Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri menyebutkan sebuah doa.
Doa tersebut khusus dibaca saat Isra Miraj atau malam 27 Rajab. Berikut adalah isi bacaan doanya:
اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ
Artinya:"Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan,".
Apabila doa tersebut dibaca, maka diyakini akan memiliki sejumlah faedah. Di antaranya Allah akan melapangkan urusan, mengabulkan hajat, dan menghidupkan hati yang sudah mulai mati.
Amalan Jumat Terakhir di Bulan Rajab
Sejumlah ulama menganjurkan beberapa amalan khusus yang dapat dibaca pada saat Jumat terakhir bulan Rajab. Salah satu amalan Jumat terakhir bulan Rajab ialah membaca lafal Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah.
Syekh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri, seorang ulama dari Yaman, pernah mengijazahkan kepada para muridnya untuk mengamalkan lafal tersebut sebanyak 35 kali saat khotbah kedua shalat Jumat.
Berikut lafal dan artinya:
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Artinya: “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”
Seturut tulisan "Amalan Jumat Terakhir di Bulan Rajab dan Faedahnya" yang diterbitkan NU Online pada 23 Januari 2025, amalan tersebut mengandung faedah agar di sepanjang tahun uang yang kita pegang tidak akan habis.
Amalan ini juga ditulis oleh Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad (1277-1335 H) dalam kitabnya berjudul Kanzun Najah was Surur halaman 147-148:
وَمِنْ فَوَائِدِ الشَّيْخِ عَلِيٍّ اَلْأَجْهُوْرِيِّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى كَمَا فِيْ تَرْجَمَتِهِ بِخُلَاصَةِ الْأَثَرِ أَنَّ مَنْ قَرَأَ فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَالْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهْ ( خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً ) لَا تَنْقَطِعُ الدَّرَاهِمُ مِنْ يَدِهِ ذَلِكَ السَّنَةَ
Artinya:"Diantara fawaid (nasehat-nasehat) Syeikh Ali Al-Ajhuri r.a sebagaimana yang tertera didalam terjemah beliau dalam kitab Khulashotil Atsar, Sesungguhnya barang siapa pada akhir Jum’at bulan Rajab, saat Khatib berada di atas mimbar membaca "Ahmadu Rasulullah Muhammadun Rasulullah" 35 X. Maka tidak terputus dirham dari tangannya dalam setahun itu [Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad, Kanzun Najah Wa Surur, Hal 147-148, Darul Hawi, Dar As-Sanabil].
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































