Menuju konten utama

Jokowi Mengaku Sempat Malu saat Indonesia Belum Masuk FATF

Jokowi senang Indonesia sudah bergabung dalam FATF sehingga bisa diakui secara internasional dalam mengentaskan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Jokowi Mengaku Sempat Malu saat Indonesia Belum Masuk FATF
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang bersama Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono (kiri) saat pembagian sembako dari Presiden kepada masyarakat di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (8/4/2024). Presiden Jokowi membagikan sembako sebanyak 1.000 kantong bagi masyarakat yang melintas dalam rangka menyambut Idul Fitri 1445 H. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.

tirto.id - Presiden Joko Widodo mengaku sempat merasa malu saat bertemu dengan pemimpin negara anggota G20 karena Indonesia belum terdaftar sebagai anggota The Financial Action Task Force (FATF). Hal ini karena di antara negara anggota G20, kata Jokowi hanya Indonesia yang belum bergabung dengan lembaga kerjasama dalam pemberantasan pencucian uang dan aliran dana terorisme tersebut.

"Kadang saya juga melihat itu malu. Karena di keanggotaan G20 yang belum masuk tinggal kita saja, yang lain sudah diterima sebagai anggota penuh FATF," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/4/2024).

Jokowi menuturkan saat ini Indonesia telah tercatat sebagai bagian dari FATF sejak Oktober 2023. Jokowi mengatakan Indonesia bisa tercatat menjadi anggota karena peran serta kementerian dan lembaga di bawah kepemimpinannya.

"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras PPATK, kementerian dan lembaga, atas kerja kerasnya sehingga Indonesia telah menjadi anggota penuh dari Financial Action Task Force on Money Laundering and Terrrorism Financing mulai Oktober 2023," kata dia.

Menurutnya, bergabungnya Indonesia dalam FATF menjadi pengakuan internasional bahwa Indonesia telah bekerja secara efektif dalam mengentaskan pencucian uang dan pendanaan terorisme yang menjadi isu global.

"Karena ini merupakan pengakuan dunia internasional atas efektivitas regulasi kita, atas efektifitas koordinasi kita, atas efektifitas implementasi di lapangan terhadap anti pencucian uang dan juga pendanaan terorisme di negara kita Indonesia," kata dia.

Selain menjadi pengakuan, Jokowi juga mengingatkan para menterinya bahwa keberadaan Indonesia di FATF membuat masa depan investasi makin mudah. Dia berharap para investor semakin berbondong-bondong untuk menaruh uang mereka di Indonesia dengan adanya jaminan keanggotaan FATF.

"Saya berharap bahwa keanggotaan penuh ini menjadi momentum yang baik untuk terus menguatkan komitmen pencegahan dan pemberantasan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) sehingga kredibilitas ekonomi kita menjadi meningkat, kemudian juga persepsi mengenai sistem keuangan kita juga menjadi semakin baik, semakin positif. Ini penting sekali, dan akhirnya ini akan mendorong berbondong-bondongnya investasi untuk masuk ke negara kita indonesia. Reputasi itu penting. Penilaian dunia internasional itu penting," kata dia.

Baca juga artikel terkait PENCUCIAN UANG atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto