Menuju konten utama

Jika Ada Kecurangan Pemilu, Amien Rais: Kita Langsung People Power

Amien Rais menyatakan masyarakat akan melakukan people power jika ada kecurangan saat Pemilu 2019.

Jika Ada Kecurangan Pemilu, Amien Rais: Kita Langsung People Power
Massa Aksi 313 sudah mulai memadati masjid Sunda Kelapa, Minggu (31/3/2019). tirto.id/Andrian Pratama Taher

tirto.id - Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Alumni 212 Amien Rais meminta tidak ada kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Amien pun mengklaim masyarakat akan melakukan people power jika ada kecurangan.

Mantan Ketua MPR ini mengatakan, Aksi 313 yang digelar, Minggu (31/3/2019) sebagai aksi pengingat kepada KPU kalau mereka dipantau publik sehingga tidak bisa melakukan kecurangan.

"Kalau sampai nanti terjadi kecurangan, sifatnya terukur, sistematis dan masif, ada bukti, itu kita enggak akan ke MK, enggak ada gunanya tapi kita langsung 'people power'," Kata Amien di kompleks Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu.

Amien menegaskan, aksi people power tidak bisa dikaitkan dengan revolusi. Menurut Amien, people power berbeda dibanding revolusi karena tidak memakan korban. Selain itu, Amien mengklaim people power sah jika mereka menemukan kecurangan dalam pelaksanaan pemilu.

Sejumlah ormas yang terdiri atas FUI, FPI, dan Persaudaraan Alumni 212 menggelar Aksi 313 di depan KPU, Minggu (31/3/2019).

Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif mengatakan, massa tidak sepenuhnya berkumpul di Masjid Sunda Kelapa. Ma'arif menyebut, beberapa massa ada yang mendatangi Gedung KPU langsung. Ia menyebut total massa diperkirakan mencapai 10 ribu orang.

"Estimasi yang di [Masjid] Sunda Kelapa itu laporan dari korlap sekitar 1.000 [orang] nanti akan bergerak dari sini tapi banyak kawan-kawan nanti langsung ke KPU. Jadi perkiraan kami massa 5 sampai 10 ribu lah nanti di KPU yang akan ikut Aksi 313," kata Ma'arif di Kompleks Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu.

Ma'arif mengatakan, aksi hanya akan berlangsung di Gedung KPU. Mereka hanya ingin mengingatkan netralitas KPU, Bawaslu, TNI dan Polri dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Mereka pun mengingatkan agar KPU dan Bawaslu sebagai wasit agar tetap berlaku adil jujur tidak boleh ada kecurangan. Mereka pun meminta agar KPU memproses 17,5 juta DPT yang diklaim masih bermasalah.

"Jangan sampai nanti menjadi bumerang buat pilrpes dan pileg kita sendiri," kata Ma'arif. Ma'arif menyebut Aksi 313 kali ini dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Ketua FPI Sobri Lubis, Ketua Dewan Penasihat PA 212 Amien Rais, dan Sekjen FUI Al Khathath.

"Informasi yang kami terima insyaallah tokoh-tokoh dari agama lain pun akan hadir di KPU akan bersama-sama kita menuntut keadilan dan kejujuran tanpa kecurangan dalam pilpres nanti," kata Ma'arif.

Baca juga artikel terkait AKSI 313 atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Politik
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Dipna Videlia Putsanra