Menuju konten utama

Jet Tempur Austria Hadang Pesawat Mata-mata AS, Ada Apa?

Austria kerahkan Eurofighter hadang pesawat militer AS U-28 pada 10-11 Mei 2026. Insiden dipicu kesalahan administratif izin terbang.

Jet Tempur Austria Hadang Pesawat Mata-mata AS, Ada Apa?
Sebuah pesawat sayap tetap U-28A, yang ditugaskan ke Skuadron Operasi Khusus ke-34, lepas landas dari Hurlburt Field, Florida, 18 Oktober 2018. U-28A menyediakan intelijen udara, pengawasan, dan pengintaian untuk mendukung operasi kemanusiaan, pencarian dan penyelamatan, serta misi operasi khusus. (U.S. Air Force photo by Airman 1st Class Joel Miller)

tirto.id - Angkatan udara Austria mengerahkan jet tempur Eurofighter Typhoon untuk menghadang pesawat militer Amerika Serikat selama dua hari berturut-turut, yakni pada 10 dan 11 Mei. Pesawat AS tersebut dikenal sebagai U-28 yang dipakai militer untuk mencari informasi dan memantau sinyal.

Meski terjadi intersepsi, Pemerintah Austria menegaskan bahwa tidak terjadi pelanggaran wilayah udara secara ilegal, melainkan rangkaian prosedur pengawasan terhadap aktivitas penerbangan militer asing yang melintas di sekitar wilayahnya.

Kronologi Pesawat Mata-mata AS Dihadang Angkatan Udara Austria

Dikutip dari laman Defense News pada Rabu (13/5/2026), kejadian bermula pada Minggu, 10 Mei 2026 ketika Angkatan Udara Amerika Serikat mengajukan izin melintas (overflight permit) untuk dua pesawat militer di wilayah udara Austria, namun izin tersebut tidak digunakan sesuai rencana.

Pada hari yang sama, dua pesawat militer AS lainnya yang belum mengantongi pemberitahuan lengkap justru mendekati wilayah udara Austria secara tiba-tiba, sehingga Austria langsung mengerahkan jet tempur Eurofighter Typhoon untuk melakukan intersepsi.

Pesawat AS tersebut akhirnya berbalik sebelum memasuki wilayah udara Austria, sehingga tidak terjadi pelanggaran resmi.

Pada Senin, 11 Mei 2026, Amerika Serikat kembali mengajukan izin penerbangan dan kali ini menggunakannya sesuai prosedur. Namun, Austria tetap menerbangkan jet tempur untuk mengawal dan memastikan pesawat yang melintas benar-benar sesuai dengan izin yang telah diberikan.

Intersepsi ini dilakukan dengan tingkat kesiapsiagaan tinggi atau “priority A intercept”, termasuk di wilayah pegunungan Totes Gebirge di Austria Hulu yang berada sekitar 60 kilometer dari perbatasan Jerman.

Setelah kejadian tersebut, sempat muncul laporan di sejumlah media bahwa telah terjadi pelanggaran wilayah udara oleh pesawat AS. Namun, pihak militer Austria membantah klaim itu dan menegaskan tidak ada pelanggaran, melainkan hanya pengawasan ketat terhadap prosedur penerbangan militer asing.

“Tidak ada Eurofighter, tidak ada pengawasan wilayah udara: untuk tanggal 10 Mei, permintaan penerbangan lintas wilayah udara diajukan untuk 2 pesawat tipe PC12 Angkatan Udara AS dari Mildenhall, Inggris ke Bucharest, Rumania," tulis juru bicara militer Austria Michael Bauer di akun X miliknya @Bundesheerbauer hari ini, 13 Mei 2026.

"Namun, sekitar pukul 14.10, dua pesawat Angkatan Udara AS lainnya mendekati wilayah udara Austria. Pada pukul 14.21, alarm pengerahan Eurofighter pun diaktifkan. Namun, kedua pesawat Angkatan Udara AS tersebut berbalik arah sebelum memasuki wilayah udara Austria,” lanjut Bauer.

“Untuk tanggal 11 Mei, permintaan penerbangan lintas wilayah udara lainnya diajukan dan disetujui. Dua pesawat PC12 yang sama terbang di atas Austria. Pada pukul 12.31, 2 Eurofighter memantau penerbangan lintas wilayah udara tersebut untuk memverifikasi apakah permintaan penerbangan lintas wilayah udara tersebut sesuai dengan penerbangan sebenarnya. Hasilnya benar,” pungkasnya.

Komando Eropa AS juga menjelaskan bahwa masalah tersebut terjadi akibat kesalahan administratif dalam dokumen izin terbang yang kemudian telah diperbaiki, serta menegaskan bahwa mereka tetap mematuhi aturan dan koordinasi dengan Austria.

“Penerbangan ini terjadi setelah kesalahan administratif dalam dokumen izin penerbangan lintas wilayah diperbaiki. Amerika Serikat terus bekerja sama erat dengan otoritas Austria mengenai pertanyaan apa pun terkait penerbangan lintas wilayah dan sepenuhnya mematuhi hukum dan prosedur Austria,” kata seorang pejabat dari Komando Eropa AS kepada Defense News melalui email.

Baca juga artikel terkait JET TEMPUR atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra