tirto.id - Badan Audit Penerbangan (BAI) Korea Selatan baru saja merilis temuan penyebab kecelakaan pesawat tempur di negara tersebut lima tahun lalu. Berdasarkan hasil audit, tabrakan jet tempur F-15K itu terjadi karena sang pilot sedang selfie (swafoto) di dalam kokpit.
Sebelumnya, kecelakaan pesawat jet tempur F-15K itu terjadi pada 2021 lalu. Dalam peristiwa ini, dua pesawat militer itu bertabrakan ketika melakukan penerbangan formasi di dekat Kota Daegu.
Tabrakan tak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, sayap pesawat mengalami kerusakan parah dengan biaya reparasi mencapai 880 juta won atau sekitar Rp10 miliar.
Mengutip Korean Times pada Kamis (23/4/2026), BAI menyebut bahwa kecelakaan itu diakibatkan karena seorang pilot Angkatan Udara Korsel mengambil foto selfie saat tengah tugas. Pilot ini dilaporkan berpangkat mayor.
Hasil audit BAI menyebut bahwa sang pilot menaikkan ketinggian dan memiringkan pesawat secara tiba-tiba ketika sedang mengudara dalam formasi bersama. Tindakan ini dilakukan tanpa memberi tahu pilot pesawat yang lain.
Oleh karenanya, manuver tajam itu kemudian menyebabkan terjadinya tabrakan di udara. Setelah diaudit, ia melakukan manuver agar pesawat lain dapat ikut terfoto.
Angkatan Udara Korsel Minta Maaf
Atas temuan ini, Kementerian Pertahanan Nasional Korsel semula memberikan hukuman denda sebesar 878,7 juta won (Rp10,2 miliar) kepada sang pilot. Namun, sang pilot mengajukan banding dan hukuman denda dikurangi menjadi 88 juta won (Rp1 miliar).
Dalam banding yang diajukan, sang pilot menyebut bahwa ia mengakui kelalaiannya, namun ia tidak bertanggung jawab secara finansial atas pesawat tersebut. Selain itu, BAI juga mencatat bahwa sang pilot telah mencegah kerusakan lebih lanjut dengan manuver lanjutan ketika tabrakan terjadi.
Menukil The Guardian, hasil audit juga membuat Angkatan Udara Korea Selatan meminta maaf kepada publik. Juru bicara Angkatan Udara Korsel menyebut bahwa sang pilot kini telah meninggalkan dinas militernya.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada tahun 2021," kata juru bicara militer tersebut.
Meskipun insiden itu terjadi karena ulah seorang pilot yang mengambil foto selfie, namun audit BAI juga memberikan kritik kepada Angkatan Udara Korsel. Lembaga militer itu disebut telah memberikan peraturan yang terlalu longgar terhadap pengambilan gambar dalam penerbangan militer.
Angkatan Udara Korsel lalu membuat pernyataan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah evaluasi untuk memperketat aturan keselamatan penerbangan pada pesawat militer. Hal itu dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































