Menuju konten utama

Jemaah Lansia Jangan Paksa Diri Lempar Jumrah, Bisa Diwakilkan

PPIH mengimbau jemaah haji lanjut usia dan rentan untuk tidak memaksakan diri melontar jumrah di Jamarat saat berada di Mina.

Jemaah Lansia Jangan Paksa Diri Lempar Jumrah, Bisa Diwakilkan
Melontar jumrah di Jamarat saat berada di Mina. MCH 2025/Fahreza

tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah haji lanjut usia dan rentan untuk tidak memaksakan diri melontar jumrah di Jamarat saat berada di Mina. Lempar jumrah dapat diwakilkan guna menghindari kelelahan akibat cuaca ekstrem dan jarak tempuh yang cukup jauh.

Jemaah yang tiba di Mina harus berjalan kaki menuju Jamarat untuk melontar jumrah, lalu kembali ke tenda dengan berjalan kaki. Aktivitas ini cukup melelahkan dan berisiko menyebabkan jemaah terpisah dari rombongan.

Konsultan Ibadah PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah, Aswadi, menegaskan bahwa ibadah haji tetap sah meski lempar jumrah diwakilkan.

"Jemaah lansia yang sudah melaksanakan murur (mabit dengan melintas di Muzdalifah) sebaiknya tetap tenang di Mina. Jangan memaksakan diri ke Jamarat karena jaraknya jauh. Banyak yang akhirnya tersesat atau kelelahan saat kembali ke tenda," ujarnya di Mina, Jumat dini hari (7/6/2025).

Menurut Aswadi, lempar jumrah bisa diwakilkan kepada jemaah lain yang sehat atau kepada petugas. Lansia dapat meminta bantuan ketua rombongan atau ketua kloter.

"Untuk tanggal 11–12 Zulhijah, terutama bagi yang mengambil Nafar Awal, sebaiknya jumrah diwakilkan saja. Tidak perlu memaksakan diri karena ibadahnya tetap sah," jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Aswadi menambahkan, jumrah juga bisa dijamak untuk meringankan beban jemaah.

"Tidak harus setiap malam ke Jamarat. Bisa dijamak—misalnya, lemparan tanggal 11 dilakukan pada tanggal 12. Satu lokasi untuk dua hari. Ini lebih ringan. Jangan mempersulit diri," tandasnya.

Sebagai informasi, dalam rangkaian ibadah di Mina, jemaah akan melontar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah, kemudian jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah selama hari Tasyrik. Jemaah yang memilih Nafar Awal akan kembali ke Makkah pada 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam, sementara Nafar Tsani kembali pada 13 Zulhijah.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Flash News
Reporter: Fahreza Rizky
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama