tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah agar mematuhi jadwal lempar jumrah selama hari tasyrik yang telah disosialisasikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia. Pengaturan jadwal ini demi kenyamanan dan keamanan jemaah haji Indonesia dalam menyempurnakan ritual haji saat di Mina.
Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Armuzna, Surnadi, mengatakan, situasi jamarat pada Kamis (28/5/2026) cukup lengang karena jemaah haji Indonesia mematuhi jadwal yang telah ditentukan PPIH. Kepatuhan ini tentu sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti heatstroke, pingsan, dan kelelahan.
"Semoga pada hari ini lempar jumrah yang kedua, para jemaah semuanya, kita doakan sehat sehingga menjadi haji mabrur," kata Surnadi kepada Tim Media Center Haji (MCH) di lokasi Jamarat, Mina, Kamis (28/5/2026).
Surnadi juga mengimbau jemaah haji Indonesia yang mau melontar jumrah mulai pukul 16.00 waktu Arab Saudi (WAS) agar membawa bekal air putih. Jemaah diimbau minum air putih tanpa menunggu haus terlebih dahulu.
"Jangan lupa membawa air minum," kata Surnadi mengingatkan.
Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, masih ada jemaah haji Indonesia yang tetap melakukan lempar jumrah di luar jam yang telah ditentukan. Rata-rata mereka adalah jemaah yang melaksanakan tanazul mandiri, bukan jemaah yang tinggal di tenda Mina.
Berdasarkan ketentuan Kemenhaj, pada 11 Dzulhijjah, jadwal lempar jumrah jemaah haji Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu: sesi pertama berlangsung pukul 17.00 hingga 24.00 WAS, sedangkan sesi kedua dilaksanakan pada 12 Zulhijah pukul 00.00 hingga 04.00 WAS.
Untuk lempar jumrah hari tasyrik kedua, yaitu pada 12 Dzulhijjah, sesi pertama pada pukul 05.00 hingga 10.30 WAS, sedangkan sesi dua mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WAS.
Bagi jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar tsani, lempar jumrah pada 13 Dzulhijjah dijadwalkan pada pukul 05.00 hingga 12.00 WAS.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































