Menuju konten utama
Liputan Haji 2026

Puncak Armuzna di Mina & Jamarat, Banyak Jemaah Haji Kelelahan

Pada fase ini sangat krusial karena membutuhkan durasi waktu yang lebih lama dan mobilitas jemaah juga lebih tinggi.

Puncak Armuzna di Mina & Jamarat, Banyak Jemaah Haji Kelelahan
Jemaah haji sedang berada di antara dua terowongan Mina menuju Jamarat untuk melempar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah 1447 H atau 27 Mei 2026. Foto: Abdul Aziz/MCH 2026.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jemaah haji Indonesia mabit di Mina sejak 10 Dzulhijjah dan selama hari tasyrik. Fase ini merupakan puncak dari rangkaian Armuzna setelah wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah serta mabit di Muzdalifah pada malam tanggal 10 Dzulhijjah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, mengatakan fase ketiga atau mabit di Mina ini sangat krusial karena selain durasi waktu yang lebih lama, mobilitas jemaah juga lebih tinggi. Memerlukan kekuatan dan ketahanan fisik karena harus bolak-balik berjalan kaki dari tenda ke jamarat untuk melempar jumrah.

"Banyak sekali jemaah yang mengalami kelelahan, karena puncak dari Armuzna adalah Mina dan Jamarat," kata Ihsan kepada Tim Media Center Haji saat ditemui di area jamarat, pada Rabu malam (27/5/2026).

Jemaah haji memerlukan waktu tempuh yang cukup lama karena harus jalan kaki ke jamarat yang jaraknya sekita 7 km pulang pergi dari tenda-tenda jemaah di Mina. Belum lagi kepadatan jalan menuju jamarat dengan melewati dua terowongan.

"Itu menyebabkan para jemaah banyak yang kelelahan, terutama mungkin para lansia," kata Ihsan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pada hari pertama atau saat pelaksanaan jumrah aqabah, kami menemukan banyak sekali jemaah yang kelelahan, dehidrasi, tidak kuat jalan, bahkan pingsan. Selain itu, banyak jemaah yang nyasar, tidak tahu jalan pulang ke tenda.

Karena itu, Ihsan berharap para petugas dari PPIH Arab Saudi agar bekerja lebih optimal dalam memberikan pelayanan. Kantor Daker Makkah yang dekat dengan lokasi jamarat pun disulap menjadi posko transit jemaah yang kelelahan usai dari jamarat, khususnya bagi jemaah haji yang ambil program tanazul, yaitu jemaah yang kembali ke hotel usai lempar jumrah.

Selain itu, PPIH Arab Saudi juga telah menempatkan sejumlah personil di titik-titik strategis, seperti sepanjang jamarat, terutama lantai dasar, lantai 2 dan lantai 3, serta jalan dari Mina menuju jamarat, termasuk dua terowongan Mina yang dilalui para jemaah.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama