Menuju konten utama

Jemaah Haji Diimbau Batasi Ibadah Sunnah, Fokus Persiapkan Fisik

Pihak Kemenag mengimbau para jemaah memanfaatkan waktu dengan baik untuk mendalami manasik haji bersama para pembimbing di hotel pemondokan.

Jemaah Haji Diimbau Batasi Ibadah Sunnah, Fokus Persiapkan Fisik
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (7/5/2025). tirto.id/Media Center Haji 2025

tirto.id - Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) RI, Akhmad Fauzin, mengimbau agar jemaah haji Indonesia membatasi pelaksanaan ibadah sunnah secara berulang jelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi fisik menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji mengingat seluruh jemaah saat ini sudah terkonsentrasi di Makkah dan aktivitas di Masjidil Haram meningkat.

“Membatasi aktivitas ibadah umroh sunnah berulang-ulang yang akan menguras energi, jemaah dimbau untuk mempersiapkan diri secara fisik untuk menjalani rangkaian puncak haji mendatang. Masjidil Haram saat ini, khususnya di waktu sholat lima waktu, sangat padat,” ujar Akhmad dalam Konferensi Pers yang digelar secara daring pada Selasa (27/5/2025).

Akhmad juga mengingatkan agar jemaah memanfaatkan waktu dengan baik untuk mendalami manasik haji bersama para pembimbing di hotel pemondokan. Pasalnya, kata dia, pemahaman matang mengenai tata cara ibadah haji akan membantu jemaah dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah.

Kemudian, cuaca panas ekstrem di Makkah saat ini berkisar antara 41–43 derajat Celsius juga menjadi perhatian. Untuk itu, jemaah lanjut usia diimbau untuk melaksanakan salat fardu di masjid-masjid hotel, mengingat secara fikih, salat di seluruh kawasan tanah haram memiliki pahala yang sama seperti di Masjidil Haram.

“Keempat senantiasa membawa identitas diri bila akan ke masjid atau keluar hotel berupa kartu Nusuk, kartu bus dan nomor hotel tempat menginap, pastikan tidak hilang, tertinggal atau dititipkan ke orang lain,” sambung dia.

Selain itu, Akhmad juga mengimbau kepada jemaah untuk tidak sungkan meminta bantuan petugas bila sedang mengalami kesulitan. Termasuk, agar jemaah dapat selalu melihat kapasitas kemampuan diri.

“Kami juga mengimbau agar sesuai dengan kemampuan kita bersama, jemaah dapat saling bantu Khususnya jemaah yang masih kuat dan jemaah yang masih muda,” jelas Akhmad.

Untuk diketahui, operasional penyelenggaraan ibadah haji kini terpusat di Makkah Al-Mukarramah. Jemaah haji yang berada di Makkah tengah bersiap mengukuti puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sementara proses kedatangan jemaah haji Indonesia ke Jeddah lalu Makkah masih akan berlangsung hingga 31 Mei 2025.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher