Menuju konten utama

Jemaah Haji Dapat Makanan Siap Saji Jelang Fase Armuzna

Produksi makanan siap saji bercita rasa Nusantara tersebut dilakukan di Indonesia dan Arab Saudi.

Jemaah Haji Dapat Makanan Siap Saji Jelang Fase Armuzna
Makanan siap saji jemaah Haji Indonesia jelang Fase Armuzna. FOTO/MCH 2025
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Puncak ibadah haji yang berkisar di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), akan dimulai pada 4 Juni 2025 atau 8 Zulhijah. Pada fase ini, jemaah akan diberangkatkan dari Makkah ke Arafah.

Untuk mendukung kebutuhan konsumsi menjelang masa puncak haji, pemerintah bersama BPKH Limited menyiapkan makanan siap saji bagi jemaah Indonesia. Makanan ini dipilih karena praktis dan mudah didistribusikan.

Direktur BPKH Limited, Imam Nikmatullah, menyebut bahwa makanan siap saji tersebut bercita rasa Nusantara dan diproses dengan teknologi tinggi sehingga aman dikonsumsi hingga 18 bulan tanpa pemanasan ulang.

"Makanan siap saji ini adalah makanan yang dikelola dengan teknologi tinggi, menggunakan mesin retort bertemperatur serta bertekanan tinggi sehingga semua kuman bakteria mati," ucap Imam di Kota Makkah, Selasa (27/5/2025).

Makanan siap saji tersebut telah tiba di Arab Saudi dan mencakup berbagai lauk, seperti rendang ayam, rendang daging, dan opor ayam. Makanan siap saji akan dikonsumsi pada tanggal 7, 8 dan 13 Zulhijah.

"Di tanggal 7 dan 8 [Zulhijah] [dikonsumsi] sebelum berangkat ke Arafah. Tanggal 7 untuk makan pagi, siang, dan malam [3 kali]. Tanggal 8 hanya sarapan saja [1 kali] lalu jemaah berangkat ke Arafah. Sepulang dari Mina, di tanggal 13, jemaah akan memakan makanan siap saji di siang dan malamnya [2 kali]," papar Imam.

Produksi makanan siap saji tersebut dilakukan di Indonesia dan Arab Saudi. Lauk diolah di Indonesia, sementara nasi diproses di pabrik Manaf milik masyarik, kemudian dikemas ulang dan dikirim ke hotel jemaah.

Setiap jemaah akan menerima satu kotak berisi enam porsi makanan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi.

"Mudah-mudahan jemaah haji kita dapat menikmati makanan siap saji dengan cara yang sehat, aman, dan tentu saja nikmat seperti seleranya Indonesia. Cita rasanya betul-betul Indonesia," katanya.

Imam juga mengimbau agar makanan segera dikonsumsi setelah dibuka untuk menjaga kualitas dan keamanan.

“Setiap kotak kami tutup rapat sekali. Makanan dibungkus dengan kemasannya yang cukup aman dan kalau sudah dibuka mohon untuk segera dinikmati dan sisanya segera dibuang," imbau dia.

Jemaah dapat langsung menyantap nasi tanpa dipanaskan atau merendamnya dalam air panas selama 5–10 menit jika menginginkan temperatur yang lebih hangat.

"Untuk menambah selera dan nasinya supaya lebih enak dan panas, nasi itu bisa direndam terlebih dahulu dengan air panas 5–10 menit. Adapun lauk-pauknya tidak perlu dipanaskan karena itu secara teksturnya sudah enak dimakan, langsung saja dicampurkan dengan nasi yang sudah dipanaskan tadi," urai dia.

Sebanyak 1,2 juta porsi makanan siap saji akan dibagikan kepada 203.320 jemaah Indonesia yang tersebar di 205 hotel di Makkah. Program ini merupakan kerja sama antara BPKH Limited dan Kementerian Agama.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Flash News
Reporter: Fahreza Rizky
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Fadrik Aziz Firdausi