Menuju konten utama

Jemaah Haji Belum Dapat Nusuk Tetap Bisa Masuk Masjidil Haram

Kemenag menjamin jemaah haji asal Indonesia tetap dapat beribadah di Masjidil Haram meskipun belum menerima kartu Nusuk dari syarikah.

Jemaah Haji Belum Dapat Nusuk Tetap Bisa Masuk Masjidil Haram
Umat muslim memadati area sekitar Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis (27/2/2020). ANTARA FOTO/Arief Chandra/pras.

tirto.id - Kementerian Agama (Kemenag) menjamin jemaah haji asal Indonesia tetap dapat beribadah di Masjidil Haram meskipun belum menerima kartu Nusuk dari syarikah.

Kartu Nusuk merupakan identitas digital resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, yang diperlukan agar jemaah bisa memasuki wilayah Makkah serta mengikuti puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).

Adapun syarikah adalah mitra resmi Pemerintah Arab Saudi yang bertugas memberikan layanan kepada jemaah, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, dan pergerakan selama di tanah suci.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan bahwa idealnya kartu Nusuk diberikan dalam waktu 1x24 jam sejak jemaah tiba di Arab Saudi.

"Namun, dalam praktiknya di lapangan ada banyak kendala. Nusuk ini kan sepenuhnya di bawah kendali syarikah," ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia di Makkah, dikutip Senin (12/5/2025).

Apabila kartu Nusuk belum diterima, syarikah akan menyediakan pengganti sementara berupa surat atau penanda lain agar jemaah tetap bisa masuk wilayah Makkah, termasuk ke Masjidil Haram.

"Ini bisa menjadi backup bagi yang belum mendapatkan Nusuk. Jadi kalau belum mendapatkan Nusuk, ya tetap tenang karena syarikah pun sudah membackup-nya dengan identitas seperti tadi itu," tutur Muchlis.

Dia menegaskan pentingnya kartu Nusuk sebagai identitas resmi untuk menjamin kelancaran dan keamanan ibadah haji, sekaligus mencegah jemaah ilegal.

"Kedudukan (Nusuk) itu sangat penting sekali dalam perhajian. Dia seperti paspor perhajian kita. Identitas yang harus melekat dengan jemaah," kata Muchlis.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan delapan syarikah pada musim haji 2025, yakni Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad. Masing-masing syarikah menangani antara 11.000 hingga 36.000 jemaah.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Flash News
Reporter: Fahreza Rizky
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama