tirto.id - Jasa Marga mengungkap waktu terpadat selama masa mudik lebaran berdasarkan evaluasi perjalanan di libur Idulfitri 2025. Dari data tersebut terlihat waktu paling diminati pemudik adalah pagi hari.
“Waktu favorit biasanya dari jam 07.00 sampai 10.00 pagi, ini khusus untuk di tol ya,” kata Corporate Communication & Community Development Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, di kantor Google Indonesia, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Lisye mengemukakan masyarakat diharapkan bisa mencari waktu terbaik untuk melakukan perjalanan mudik. Sehingga, bisa menghindari kepadatan di waktu-waktu tersebut.
Dia menyatakan selama ini telah terdapat aplikasi Travoy yang bisa digunakan masyarakat untuk memantau secara real time. Kemudian, sudah ada 3.500 CCTV yang visa diakses masyarakat sebelum atau selama merencanakan perjalanan.
“Melalui aplikasi Travoy ini nanti dari sebelum perjalanannya, masyarakat bisa membuat perencanaan perjalanan, bisa dicek nanti asal dan tujuan-tujuannya itu mau ke mana, itu nanti akan terlihat jumlah tarif tolnya berapa, lewat gerbang tol mana, bahkan sampai durasinya,” kata Lisye.
Diketahui, Korlantas Polri memprediksi jumlah pemudik tahun ini tak jauh berbeda dari Idulfitri 2025. Namun, memang survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan masih disempurnakan hingga saat ini.
“Ya kalau survei ataupun penghitungan sedang terus dimatangkan, akan tetapi memang tahun ini dibanding dengan tahun kemarin jumlahnya juga hampir sama. Ya kalau pergerakan manusia kan berdasarkan survei itu kurang lebih sekitar 146 juta ya untuk tahun yang lalu,” kata Kasubagdalops Bagops Korlantas Polri, AKBP Renaldi Oktavian, di kantor Google Indonesia, Jakarta, Kamis.
Dia menerangkan Korlantas Polri akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, salah satunya penerapan one way. Sehingga, arus lalu lintas yang padat akan terurai dan kembali lancar.
Renaldi juga menegaskan, koordinasi dengan Jasa Marga terus dilakukan agar masyarakat memiliki acuan, pilihan, serta merencanakan perjalanan sebaik mungkin. Dengan begitu, dapat mengantisipasi kepadatan arus kendaraan.
“Karena prinsipnya tahun ini sama, kita akan melayani masyarakat untuk bisa melaksanakan kegiatan perayaan, kemudian ibadah, kemudian juga berkumpul bersama keluarga,” tutur Renaldi.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






























