Menuju konten utama

Istana Usut Penebangan Hutan Pemicu Banjir Bandang Guci Tegal

Kementerian Kehutanan diminta tinjau ulang kondisi kawasan hutan di sekitar objek wisata Guci, Tegal.

Istana Usut Penebangan Hutan Pemicu Banjir Bandang Guci Tegal
Warga berada samping bangunan yang rusak diterjang banjir bandang di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (25/1/2026). Intensitas hujan yang tinggi dan rusaknya hutan di kaki Gunung Slamet mengakibatkan tiga jembatan hanyut, lima objek wisata dan sungai rusak akibat diterjang banjir bandang pada Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/YU

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan pemerintah telah membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab banjir bandang di kawasan objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Berdasarkan dugaan sementara, banjir tersebut dipicu oleh penebangan hutan di kawasan tersebut.

"Kan sudah ada tim investigasinya juga sudah ada ya, baik dari apa, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten, saya juga sudah berkoordinasi," ujar Prasetyo kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Rabu (18/2/2026).

Prasetyo mengatakan telah meminta Kementerian Kehutanan untuk melakukan peninjauan ulang atau review terhadap kondisi kawasan hutan di sekitar objek wisata tersebut. Menurutnya mekanisme penanganan kasus ini akan dilakukan seperti proses yang sebelumnya diterapkan di tiga provinsi bencana di Sumatra.

"Nanti kita coba lihat kalau ini seperti apa kondisinya. Sama seperti yang di tiga provinsi di Sumatra kan prosesnya juga seperti itu," katanya.

Sebelumnya, banjir bandang melanda kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bencana ini meninggalkan banyak masalah, termasuk dugaan aktivitas ilegal di hulu sungai yang melintasi kawasan tersebut.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Tegal tengah menyelidiki penyebab pasti banjir bandang yang menerjang Kawasan Wisata Guci, Tegal, pada Sabtu (20/12/2025).

Penyelidikan ini dilakukan di tengah dugaan kuat dari berbagai pihak bahwa bencana tersebut dipicu oleh kerusakan lingkungan di daerah hulu, lereng Gunung Slamet.

Perwakilan BKSDA Jawa Tengah menyelidiki pula dugaan kerusakan lingkungan di kawasan hulu sungai yang masuk dalam wilayah kewenangan instansinya, yakni Taman Wisata Alam Guci.

"Untuk kawasan Taman Wisata Alam Guci kewenangan kami. Hari ini petugas kami sudah meluncur ke sana," katanya saat dihubungi Tirto, Senin (22/12/2025).

Dugaan kerusakan lingkungan ini juga diamini oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman. Ia menyatakan bahwa banjir bandang yang melanda Guci diduga kuat akibat kerusakan hutan di lereng Gunung Slamet.

Meskipun demikian, Bupati Ischak juga sempat mengungkap bahwa banjir bandang, yang terjadi selama kurang lebih tiga jam pada Sabtu lalu, disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut.

Untuk menindaklanjuti dugaan kerusakan hulu, Bupati Tegal telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal untuk turun langsung melakukan pengecekan daerah hulu bersama tim BKSDA Jawa Tengah.

"[Tanyakan] ke Kepala [pelaksana] BPBD Kabupaten Tegal yaa. Biar satu pintu," katanya, Selasa (23/12/2025).

Baca juga artikel terkait DEFORESTASI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah