Menuju konten utama

Istana Pantau WNI Diculik Israel, 4 Berlayar dalam Kondisi Rawan

Dudung Abdurachman mengatakan hingga saat ini ada lima orang diculik tentara Israel dan empat lainnya masih berlayar dalam kondisi rawan.

Istana Pantau WNI Diculik Israel, 4 Berlayar dalam Kondisi Rawan
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman saat meninjau langsung hasil proyek revitalisasi sekolah di SMP Muhammadiyah 16, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/2026). tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, memantau intensif kondisi sembilan WNI misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang mendapatkan intersepsi tentara Israel dalam pelayaran ke Palestina.

Laporan Dudung, hingga saat ini ada lima orang diculik tentara Israel dan empat lainnya masih berlayar dalam kondisi rawan.

"Lima warga negara Indonesia dilaporkan telah ditangkap. Sementara ada empat WNI lainnya masih berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur dalam kondisi rawan," kata Dudung di kantornya, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dudung menegaskan situasi di lapangan masih sangat dinamis.

Kapal GSF

Tangkapan Layar Pemantau Kapal GSF yang didatangi Tentara Israel. youtube/Global Sumud Flotilla

Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal dan menangkap para relawan internasional tersebut.

Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul untuk memantau keselamatan para relawan.

Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif, termasuk penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) jika paspor para WNI disita oleh otoritas Israel.

"Kami juga menyiapkan dukungan medis apabila diperlukan. Indonesia dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti informasi dari otoritas negara setempat," lanjut Dudung.

Sebagai penutup, Dudung memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap keselamatan warga negaranya di luar negeri.

"Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI akan terus memverifikasi posisi dan kondisi para WNI serta menyiapkan langkah perlindungan maksimal sesuai kebutuhan di lapangan," pungkasnya.

Teranyar, dua delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia dari Dompet Dhuafa, yaitu Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu, ikut dicegat dan ditawan oleh tentara Zionis Israel. Mereka berdua merupakan penumpang kapal Zefiro yang kini masih berada di bawah penahanan Israel.

"Mohon doa dan dukungan dan sampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk bertindak membebaskan seluruh delegasi Indonesia yang diculik Zionis Israel," dikutip dari pernyataan Dompet Dhuafa di Instagram, Selasa.

Baca juga artikel terkait ISRAEL atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama