Menuju konten utama

Israel Culik WNI di Kapal GSF, Kedubes Palestina: Itu Kriminal

Kedubes Palestina memandang aksi penculikan para aktivis dan jurnalis tersebut menjadi penguat bagi rakyat Palestina yang selama ini ditindas oleh Israel.

Israel Culik WNI di Kapal GSF, Kedubes Palestina: Itu Kriminal
Tangkapan Layar Pemantau Kapal GSF yang didatangi Tentara Israel. youtube/Global Sumud Flotilla

tirto.id - Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina untuk Indonesia mengecam tindakan Israel yang menculik dan menangkap sejumlah relawan hingga jurnalis Indonesia dalam rombongan kapal Global Sumud Flotilla (GSF). Palestina memandang aksi militer Israel itu sebagai sebuah tindakan kriminal.

"Kami mengecam tindakan kriminal ini dan menegaskan bahwa segala bentuk kejahatan yang dilakukan oleh tentara Israel maupun pemukim ilegal tidak akan pernah menggoyahkan ketabahan rakyat kami," dikutip dari pernyataan pers Kedubes Palestina pada Selasa (19/5/2026).

Menurut Kedubes Palestina, aksi penculikan para aktivis dan jurnalis tersebut menjadi penguat bagi rakyat Palestina yang selama ini ditindas oleh Israel.

"Hal ini justru akan menambah kekuatan dan tekad kami untuk terus bertahan di tanah air kami serta melanjutkan perlawanan hingga Palestina beserta tempat suci Islam dan Kristen berhasil dibebaskan," jelas Kedubes Palestina.

Hingga saat ini, Kedubes Palestina merasa tidak terkejut atas tindakan Israel kepada aktivis Palestina tersebut. Bahkan, menurut Kedubes Palestina banyak rumah dan hasil panen para warga Palestina yang dibakar dan dijarah oleh Israel.

"Kami tidak terkejut dengan tindakan tentara Israel, yang membantai anak-anak dan wanita hamil di Gaza, menghancurkan rumah-rumah warga, merampas tanah-tanah rakyat kami di Tepi Barat, menebang pohon-pohon, mencuri hasil panen, serta membakar dan menjarah harta benda milik warga Palestina," ungkap Kedubes Palestina.

Pihak Kedubes Palestina juga mengapresiasi kepada rakyat Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto yang senantiasa mendukung kemerdekaan Palestina. Kedubes Palestina juga menyebut para jurnalis dan aktivis yang berada dalam misi damai Global Sumud Flotilla sebagai pahlawan, pembela hak asasi manusia, keadilan dan hukum internasional.

"Kami senantiasa berdiri bersama seluru peserta armada ini, khususnya saudara-saudari kami dari Indonesia dan kami berdoa kepada Allas SWT agar mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat," tegas Kedubes Palestina.

Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), terdapat 10 kapal misi kemanusiaan telah ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Di dalam kapal tersebut terdapat sejumlah aktivis dan tiga jurnalis yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Baca juga artikel terkait ISRAEL atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama