Menuju konten utama

Isi Petisi Batalkan TKA 2025 dan Link Akses

Seorang siswa menolak TKA 2025 lewat petisi nasional. Baca alasan penolakan dan akses link resmi petisi Batalkan TKA 2025 di artikel ini.

Isi Petisi Batalkan TKA 2025 dan Link Akses
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 2 Aceh Besar mengikuti pelajaran di Aceh Besar, Aceh, Selasa (23/9/2025) ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/bar

tirto.id - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat Tahun 2025 tinggal menghitung hari. Namun, ternyata tidak semua siswa setuju hingga muncul sebuah petisi untuk membatalkan TKA 2025. Simak isi dan link akses petisi batalkan TKA berikut.

TKA adalah ujian standar nasional yang dirancang untuk mengukur dan melaporkan capaian akademik setiap siswa secara objektif dan setara. Tes ini muncul karena selama beberapa tahun terakhir tidak ada penilaian terstandar yang bisa digunakan untuk membandingkan kemampuan siswa dari berbagai sekolah secara adil.

Isi Petisi Batalkan TKA 2025 dan Link Akses

Petisi untuk membatalkan TKA 2025 dibuat oleh akun Siswa Agit di laman Change.org pada 26 Oktober 2025. Dalam petisi tersebut, Siswa Agit menjelaskan latar belakang sampai munculnya petisi tersebut.

Siswa Agit menggambarkan keprihatinan dan keresahan yang dirasakan oleh dirinya dan teman-temannya terhadap pelaksanaan TKA, karena sistem ini muncul secara mendadak dan tidak memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri.

Pengesahan dan pengumuman TKA dinilai dilakukan secara mendadak. TKA diumumkan pada 8 Juni 2025 dan ditetapkan pada14 Juli 2025 (berdasarkan “Perkaban Nomor 45 Tahun 2025”).

Waktu persiapan efektif hanya sekitar 3,5 bulan sebelum pelaksanaan yang menyebabkan minimnya waktu adaptasi bagi guru dan siswa.

Karena informasi yang mendadak ini, siswa dan guru tidak sempat menyesuaikan strategi belajar, bahkan simulasi resmi TKA baru dimulai 6 Oktober 2025, hanya sebulan sebelum ujian sebenarnya.

Siswa Agit juga menambahkan jika sebagai siswa kelas 12, ia dan teman-temannya memiliki jadwal yang padat kelas 12 karena banyak sekolah masih mewajibkan ujian praktik dan kegiatan lain, sehingga menambah tekanan dan mengurangi waktu untuk belajar TKA.

Selain itu, masih dalam uraian yang dijelaskan oleh Siswa Agit, kisi-kisi TKA baru muncul setelah pertengahan tahun, dengan materi yang sangat luas dan tidak selaras dengan Kurikulum Merdeka.

Guru bimbingan belajar (bimbel) dan sekolah kesulitan membuat perkiraan soal, sehingga latihan-latihan awal tidak akurat. Perubahan soal setelah simulasi pertama membuat persiapan semakin tidak terarah.

Akibatnya siswa kebingungan dan kehilangan fokus dalam belajar karena tidak tahu apa yang harus dipelajari secara spesifik.

Petisi itu juga dibuat karena menilai TKA sebagai permainan terhadap masa depan pendidikan, siswa merasa tertekan, tidak siap, dan kehilangan motivasi menjelang TKA.

Di akhir tulisannya, Siswa Agit berharap Pemerintah dan jajaran yang terkait untuk dapat meninjau ulang, menunda, atau membatalkan pelaksanaan TKA 2025 dengan adanya petisi ini.

Berdasarkan pantauan TirtoID hingga tulisan ini dibuat, petisi ini telah ditandatangani oleh 137.254 orang. Cek tautan petisi batalkan TKA berikut.

Link Petisi Batalkan TKA 2025

Baca juga artikel terkait TES KEMAMPUAN AKADEMIK atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Fitra Firdaus