Menuju konten utama

Isi Pesan Timnas Iran untuk Los Angeles usai Imbang Lawan Belgia

Timnas Iran meninggalkan pesan di LA usai imbang 0-0 vs Belgia di Piala Dunia 2026. Mereka apresiasi tuan rumah dan tetap bangga meski banyak kendala.

Isi Pesan Timnas Iran untuk Los Angeles usai Imbang Lawan Belgia
Bendera Iran melambai tertiup angin di atas kaki langit Teheran. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim Nasional Iran meninggalkan pesan menyentuh yang mereka tulis setelah pertandingan lanjutan Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat pada Minggu (21/6/2026).

Setelah bermain imbang 0-0 melawan Belgia di ajang Piala Dunia, Timnas Iran meninggalkan pesan tertulis di ruang ganti Stadion SoFi. Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk apresiasi kepada kota tersebut atas penyambutan mereka selama turnamen.

Dalam pesan itu, skuad Iran menyampaikan bahwa mereka meninggalkan Amerika Serikat dengan martabat setelah melalui dua pertandingan fase grup yang berlangsung di Los Angeles.

Hasil imbang tersebut dinilai masih menjaga peluang Iran untuk melaju ke babak gugur, sehingga suasana tim digambarkan tetap optimistis meskipun menghadapi berbagai keterbatasan selama turnamen.

Selama fase grup, Iran memang menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai basis utama mereka dan harus melakukan perjalanan bolak-balik ke Amerika Serikat untuk setiap pertandingan di Los Angeles.

Hal ini terjadi karena adanya pembatasan terkait keberadaan delegasi Iran di wilayah Amerika Serikat, yang juga berdampak pada sejumlah staf dan pejabat tim yang disebut mengalami larangan masuk.

Kondisi tersebut membuat perjalanan tim menjadi tidak biasa dibandingkan peserta lain, sehingga menjadi tantangan tambahan di luar aspek olahraga.

Pihak berwenang Amerika Serikat menyatakan bahwa pengaturan perjalanan tim Iran terus dievaluasi, dan diskusi mengenai kemungkinan pelonggaran beberapa pembatasan masih berlangsung.

Isi Pesan Timnas Iran untuk Los Angeles

Isi pesan yang ditinggalkan di ruang ganti tersebut juga menekankan identitas dan kebanggaan nasional Iran, dengan menyebut bahwa semangat bangsa mereka tetap hidup dan teguh.

Tim nasional Iran menyampaikan terima kasih kepada kota Los Angeles atas keramahan yang diberikan, serta mengapresiasi dukungan para suporter Iran selama pertandingan berlangsung.

Berikut isi pesan dari Timnas Iran kepada Los Angeles seperti dikutip Reuters, Senin (22/6/2026):

Dari Persia kuno ribuan tahun yang lalu hingga Iran modern saat ini, semangat Iran tetap hidup dan teguh.

#168 #minab

Kami datang ke Los Angeles dengan kebanggaan, bertanding dengan kehormatan, dan pergi dengan martabat.

Terima kasih, Los Angeles, atas keramahan Anda.

Dan terima kasih kepada setiap orang Iran yang telah memberikan hati, suara, dan jiwa mereka untuk Iran selama 180 menit ini.

Semoga perdamaian, rasa hormat, dan persahabatan senantiasa terjalin di antara seluruh bangsa.

Pelatih tim nasional Iran, Amir Ghalenoei, menyebut bahwa timnya berhasil memainkan pertandingan yang indah meskipun berada dalam kondisi terburuk yang mungkin terjadi saat menahan imbang Belgia 0-0.

Menurut Ghalenoei, Iran menghadapi berbagai kendala serius sebelum dan selama turnamen, mulai dari waktu perjalanan yang sangat terbatas, komplikasi visa untuk masuk ke Amerika Serikat dan Meksiko, hingga minimnya waktu persiapan tim secara optimal.

Ia juga menyoroti bahwa lawan yang mereka hadapi adalah Belgia, tim kuat peringkat 10 dunia FIFA, sehingga hasil imbang tersebut dianggap sebagai pencapaian yang sangat berarti di tengah situasi yang tidak ideal.

"Kami datang ke Piala Dunia dalam kondisi terburuk. Dan kami tetap mendapatkan hasil melawan tim hebat dan manajer hebat. Kami memainkan pertandingan yang indah." ucap Ghalenoei dikutip ESPN (22/6/2026).

Iran kini bersiap menghadapi pertandingan terakhir fase grup melawan Mesir di Seattle Stadium, yang akan menentukan peluang mereka untuk melaju ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

"Enam belas jam, dua penerbangan dan pertandingan yang berat. Saya rasa tidak ada yang bisa bertahan menghadapi ini. Dan para pemain kami telah memberikan segalanya. Yang paling kami butuhkan sekarang adalah pemulihan," harap Ghalenoei.

Baca juga artikel terkait IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra