tirto.id - Isi percakapan Harrison Ford dan Zulkifli Hasan mengenai kerusakan hutan tengah ramai di media sosial. Hal ini mencuat setelah adanya kasus di Taman Nasional Tesso Nilo Riau dan bencana alam di Sumatera.
Mereka berdua telah melakukan percakapan pada 2013 lalu. Tepatnya ketika Harrison Ford melibatkan diri dalam proyek film dokumenter "Years of Living Dangerously" yang membahas persoalan kerusakan alam.
Dalam video unggahan kanal Youtube The Years Project, Ford tampak memantau kondisi Taman Nasional Tesso Nilo dari helikopter. Ia terkejut lantaran melihat banyak lahan hutan yang sudah beralih menjadi perkebunan sawit.
Berangkat dari permasalahan ini, Harrison Ford memutuskan untuk berdiskusi dengan Zulkifli Hasan yang saat itu menjabat Menteri Kehutanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Isi Percakapan Zulkifli Hasan dan Harrison Ford di Years of Living Dangerously
Mengutip IMDb, Harrison Ford merupakan aktor kelahiran Chicago, AS, pada 13 Juli 1942 silam. Selain memerankan film fantasi seperti Star Wars (1977), dirinya juga sempat mengisi sejumlah tayangan dokumenter.
Dalam percakapan awal, Ford menyampaikan kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bahwa dirinya telah keliling Indonesia selama sepekan. Kemudian, aktor tersebut menyampaikan hal berikut.
"Dalam 15 tahun terakhir, 80 persen hutan telah dieksploitasi secara komersil. Dan ketika kami bertanya kepada banyak orang Indonesia, mereka bilang ada hubungan yang sangat kuat antara bisnis dan politik di negara ini," kata Ford.
Zulkifli Hasan menjawab pertanyaan tersebut dengan menerangkan bahwa Indonesia baru saja berdemokrasi. Kemudian, ia menyampaikan keyakinannya terhadap penemuan titik seimbang dalam jangka waktu panjang.
Setelah itu, Harrison Ford mempertanyakan tentang persetujuan proyek pelestarian hutan di dataran tinggi yang menumpuk. Ia menuturkan bahwa langkah terakhir dalam proses ini adalah melakukan tanda tangan.
"Maukah Anda menandatangani dokumen itu?" tanya Ford.
Zulhas pun menjawab bahwa kala itu sudah ada sebanyak 50 persen dokumen yang disetujui. Angka tersebut merujuk kepada luas lahan yang mencapai kisaran 100 ribu hektar.
Selain informasi di atas, percakapan Zulkifli Hasan dan Harrison Ford juga membahas perihal Taman Nasional Tesso Nilo. Ford menyampaikan bahwa dirinya sempat ke taman nasional tersebut dan melihat kondisi lahan yang menyedihkan.
"Kami melihat ada jalan-jalan baru, jalan ilegal, hutan ditebang, pohon-pohon tumbang, terbakar di mana-mana. Ini sangat menyedihkan, sangat memilukan melihatnya," tutur Ford.
Ford juga mempertanyakan tentang langkah-langkah yang sudah dilakukan. Di sisi lain, Zulkifli Hasan menjawab bahwa pihaknya telah mencoba untuk mengatasi masalah tersebut.
Harrison memotong perbincangan itu lantaran merasa bahwa proses perambahan biasanya terjadi berkala. Oleh karena itu, ia menganggap pemerintah punya waktu yang cukup untuk memproses pelaku.
Menjawab pernyataan itu, Zulkifli Hasan mengaku bahwa pihak pemerintah sudah berupaya untuk memindahkan warga. Kemudian, mencari lahan pengganti untuk mereka tinggal.
Dalam akhir percakapan, Harrison Ford menyebutkan bahwa kekayaan di Indonesia ada di atas tumpukan. Namun, di balik tumpukan itu diklaim terdapat kejahatan, korupsi, dan pelanggaran hukum.
Ingin membaca berita-berita terbaru yang sedang aktual dan menjadi bahan utama perbincangan publik? Simak kumpulan berita viral belakangan ini melalui laman berikut.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id
































