tirto.id - Raja Inggris, Charles III, menyampaikan pesan untuk rakyat Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia. Pesan ini menyusul banjir dahsyat yang melanda wilayah tersebut.
Pesan Raja Charles III diinformasikan melalui website Royal UK dan Instagram The Royal Family pada Senin (1/12/2025).
Ia memulai dengan perasaan duka setelah mendengar kabar bencana yang menerpa Asia Selatan dan Tenggara.
"Kami ingin menyampaikan ucapan belasungkawa yang tulus kepada keluarga-keluarga yang telah kehilangan nyawa secara tragis. Pikiran dan doa kami bersama mereka yang rumahnya hancur dan semua yang menanti kabar tentang orang-orang terkasih yang hilang," tulis Raja Charles III.
Ia juga mengapresiasi upaya pemulihan yang dilakukan para petugas darurat. Mereka telah menjalankan tugas dengan berani di hari-hari yang sulit.
"Istri saya dan saya selalu mengingat semua yang terdampak dalam hati kami, dan berdoa agar setiap komunitas yang terdampak di India, Malaysia, Sri Lanka, Indonesia, Thailand, dan Vietnam mendapatkan kekuatan dan penghiburan," tambahnya.
Apakah Raja Charles III Menyinggung Pemulihan Alam?
Dalam ucapan belasungkawanya, Raja Charles III juga mengingatkan pentingnya untuk memulihkan keseimbangan dan harmoni alam.
"Bencana ini mengingatkan kita akan kebutuhan yang semakin mendesak untuk memulihkan keseimbangan dan harmoni alam," jelas Raja Charles III.
Pesan Raja Charles III selaras dengan ucapan Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, dalam pernyataannya di Jakarta pada Sabtu (29/11).
Raja Juli Antoni menilai bahwa bencana banjir dan longsor di Sumatra bisa menjadi titik balik untuk memperbaiki tata kelola hutan dan lingkungan di Indonesia.
Kita mendapatkan momentum yang baik justru karena semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua kita merasakan apa yang terjadi. Mudah-mudahan tidak melebar ke wilayah lain," kata Raja Antoni seperti dilansir Antara.
Pria berusia 48 tahun itu juga menerangkan bahwa hal di atas sesuai dengan pernyataan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, tentang penebangan hutan liar yang berkontribusi besar dalam terjadinya bencana.
"Jadi satu sisi kami mengatakan duka yang mendalam tapi ini juga momentum yang baik kita melakukan evaluasi kebijakan karena pendulumnya ekonomi dan ekologi ini cenderungnya ke ekonomi, harus ditarik ke tengah lagi, buktinya nyata kan untuk saudara-saudara kita. Itu fakta yang kita rasakan," jelasnya.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































