Menuju konten utama

Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang Mulai Berdatangan

Bantuan didistribusikan menggunakan jalur air dan udara karena akses darat masih terputus.

Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang Mulai Berdatangan
Prajurit TNI AU Skadron Udara 2 bersiap mendistribusikan helibox berisi bantuan untuk pengungsi banjir menggunakan metode Container Delivery Sistem (CDS) dengan pesawat CN 295 di Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, mengatakan saat ini bantuan untuk korban terdampak banjir sudah mulai berdatangan ke wilayahnya. Bantuan didistribusikan menggunakan jalur air dan udara karena akses darat masih terputus.

"Perkembangan Aceh Tamiang sekarang untuk bantuan sudah mulai berdatangan baik melalui pemerintah pusat, provinsi, dan kami sendiri," kata Armia saat dihubungi awak media via telepon dari Banda Aceh, Selasa (2/12/2025).

Selain itu, kata Armia, sejak Senin (1/12/2025) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang juga telah membelanjakan uang untuk keperluan korban banjir.

"Sore ini akan mendarat [bantuan] dari Pelabuhan Kuala Langsa. Nanti sembako dan sebagainya akan kita bagikan ke masyarakat," ujarnya.

Armia menjelaskan, sejak pagi tadi dirinya juga telah mengantarkan bantuan ke delapan desa terisolir di Kecamatan Sekerak. Distribusi dilakukan melalui jalur sungai. Sebab, jembatan untuk mengakses wilayah tersebut putus.

"Ada satu kampung rumah hanyut karena banjir, Desa Sekumur. Itu sudah kita drop untuk 1.000 masyarakat di sana. Kita drop pakai sampan, umumnya masyarakat di pinggiran sungai itukan rumahnya dari papan, jadi hanyut karena banjir," katanya.

Rencananya, kata Armia, besok dia akan meminta Mabes Polri untuk menyiagakan helikopter ke Aceh Tamiang demi menjangkau daerah terisolasi.

"Untuk keluhan kesehatan masyarakat, laporannya belum kami terima, tapi kami sudah minta untuk dibukakan posko kesehatan di setiap kecamatan," pungkasnya.

Kapolri Salurkan Bantuan Melalui Airdrop

Kapolri menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Aceh Tamiang, Selasa. Bantuan didistribusikan melalui metode airdrop karena kondisi lokasi yang masih terisolir dan tidak memungkinkan helikopter melakukan pendaratan.

Astamaops Kapolri, Komjen Pol Mohammad Fadil Imran, menjelaskan bahwa penggunaan metode airdrop merupakan instruksi langsung Kapolri. Langkah ini dimaksudkan agar penyaluran bantuan tidak terhambat kondisi geografis.

“Bapak Kapolri menegaskan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam penyaluran bantuan. Jika helikopter tidak bisa landing karena medan terdampak bencana, maka airdrop menjadi pilihan agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan tepat waktu,” ujar Fadil Imran, Selasa.

Dia menambahkan, Kapolri memberikan perhatian penuh terhadap kondisi warga dan petugas di lapangan yang terus bekerja menangani situasi darurat tersebut.

“Pesan Bapak Kapolri jelas, pastikan masyarakat yang terisolasi tetap mendapatkan bantuan, apa pun tantangannya. Polri hadir untuk membantu negara, terutama dalam masa-masa kritis seperti ini,” tambahnya.

Fadil Imran membeberkan, bantuan kemanusiaan yang didistribusikan meliputi kebutuhan mendesak seperti logistik, makanan siap saji, perlengkapan darurat, serta dukungan operasional bagi petugas di lapangan. Pengiriman melalui airdrop diharapkan dapat mempercepat akses bantuan ke titik-titik yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat maupun udara.

Dengan metode distribusi khusus ini, diharapkan dukungan bagi masyarakat Aceh Tamiang dapat berjalan efektif dan membantu mempercepat penanganan pascabencana di wilayah tersebut.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Siti Fatimah

tirto.id - Flash News
Kontributor: Uri
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Siti Fatimah