Menuju konten utama

Investigasi Awal Kecelakaan Air India: Sakelar Bahan Bakar Mati

Hasil investigasi awal kecelakaan pesawat Air India menunjukkan adanya masalah pada sakelar bahan bakar. Namun belum ditemukan penjelasan lebih lanjut.

Investigasi Awal Kecelakaan Air India: Sakelar Bahan Bakar Mati
Tim investigasi memeriksa puing-puing pesawat Air India 171 sehari setelah jatuh di kawasan permukiman dekat bandara, di Ahmedabad pada 13 Juni 2025. Para investigator menemukan perekam kotak hitam dari lokasi kecelakaan pada 13 Juni dari pesawat jet penumpang tujuan London yang menabrak kawasan permukiman di kota Ahmedabad, India, menewaskan sedikitnya 265 orang di dalam dan di darat. (Foto oleh Sam PANTHAKY / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Biro Penyelidikan Kecelakaan Pesawat (AAIB) India mengeluarkan hasil awal penyelidikan kecelakaan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik maskapai Air India. Laporan terkait kecelakaan pesawat yang terjadi 12 Juni lalu itu justru menimbulkan tanda tanya baru soal posisi sakelar bahan bakar mesin yang krusial dalam penerbangan.

Pasalnya, dikutip dari Reuters pada Minggu (13/7/2025), segera setelah pesawat lepas landas, rekaman CCTV menunjukkan sumber energi cadangan yang disebut Ram Air Turbine (RAT) telah menyala. Kejadian ini mengindikasikan bahwa saat itu mesin pesawat telah kehilangan daya.

Berdasar hasil investigasi, diperkiraan tiga detika setelah lepas landas, sakelar pemutus bahan bakar mesin pesawat secara bersamaan berubah status dari sebelumnya "run" menjadi "cutoff". Kondisi ini menunjukkan mesin mengalami kekurangan bahan bakar.

Sesaat sebelum pesawat jatuh, seorang pilot pesawat yang terekam dari percakapan suara di kokpit bertanya kepada pilot lainnya mengapa ia memutus pasokan bahan bakar.

"Pilot lainnya menjawab bahwa ia tidak melakukannya," tulis bunyi laporan yang terbit Sabtu (12/7) kemarin itu.

Namun, laporan tersebut tidak mengidentifikasi pernyataan mana yang diucapkan oleh kapten pesawat dan mana yang diucapkan oleh kopilot. Terdengar juga pilot yang mengucapkan peringatan darurat dengan mengatakan "Mayday, Mayday, Mayday" tepat sebelum kecelakaan.

kecelakaan pesawat air india

Petugas penyelamat membawa jenazah korban di lokasi jatuhnya pesawat Air India 171 di kawasan permukiman dekat bandara di Ahmedabad pada 12 Juni 2025. Sebuah pesawat penumpang tujuan London jatuh di kota Ahmedabad, India, pada 12 Juni dan seluruh 242 orang di dalamnya diyakini tewas. Jet itu menabrak gedung-gedung yang ditempati dokter dan keluarga mereka. (Foto oleh Sam PANTHAKY / AFP)

AAIB menemukan sakelar pengatur pasokan bahan bakar dalam posisi mati lalu hidup bolak-balik.

Laporan ini belum menjelaskan bagaimana sakelar bahan bakar hampir secara bersamaan beralih dari posisi "run" ke posisi "cut-off" beberapa detik setelah lepas landas.

Namun, saat sakelar itu ditemukan di antara puing-puing pesawat, kondisi sakelar dalam posisi ”run” yang mengindikasikan pasokan bahan bakar berjalan.

Laporan yang dikeluarkan oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India tersebut juga tidak memberikan kesimpulan atau menentukan siapa yang bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan 274 orang tersebut.

Pilot utama pesawat Air India adalah Sumeet Sabharwal, 56 tahun, yang memiliki total pengalaman terbang 15.638 jam dan, menurut pemerintah India, juga seorang instruktur Air India. Sementara Kopilotnya adalah Clive Kunder, 32 tahun, yang memiliki total pengalaman 3.403 jam.

Pesawat Boeing 787 Dreamliner dengan penerbangan AI171 itu jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Ahmadenabad, India, pada 12 Juni 2025. Dari 242 orang dalam pesawat, hanya satu penumpang yang selamat. Kecelakaan turut menewaskan puluhan orang lain yang tertimpa badan pesawat yang jatuh di sebuah sekolah dekat bandara.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN PESAWAT atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Rina Nurjanah