Menuju konten utama
Timnas Indonesia

Ini Daftar Prestasi Pelatih John Herdman vs Kluivert vs STY

John Herdman punya prestasi apik ketika melatih tim nasional. Apa saja prestasi itu? Apakah lebih baik dari Shin Tae-yong & Patrick Kluivert?

Ini Daftar Prestasi Pelatih John Herdman vs Kluivert vs STY
Pelatih kepala Toronto FC, John Herdman, memberikan sambutan dalam konferensi pers pada acara media day MLS di Miami Convention Center pada 11 Januari 2024 di Miami, Florida. Rich Storry/Getty Images/AFP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - John Herdman telah resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu diharapkan bisa membawa Tim Garuda lolos ke Piala Dunia 2030. Lantas, apa saja prestasi Herdman selama ini? Apakah lebih baik dari Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert?

PSSI akhirnya mengumumkan Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu 3 Januari 2026. Kekosongan posisi pelatih timnas sejak Oktober 2025 lalu akhirnya menemui ujungnya. Dalam pernyataan resminya, PSSI menganggap Herdman sosok yang tepat untuk membawa Garuda terbang tinggi terutama jelang Piala Asia 2027.

"PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional. Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa tim ke Piala Dunia," demikian pernyataan resmi di website PSSI.

"PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia," lanjutnya.

Timnas Indonesia memang telah lama memelihara mimpi lolos ke Piala Dunia. Terutama sejak proyek naturalisasi gencar dilakukan pada tahun 2022. Banyaknya pemain berkualitas di Eropa yang memiliki darah Indonesia membuat kekuatan timnas meningkat pesat setelahnya.

Sayang, mimpi lolos ke Piala Dunia 2026 harus terkubur saat Indonesia kalah di ronde 4 melawan Arab Saudi dan Irak. Tapi harapan tidak berhenti sampai di situ karena masih ada Piala Dunia 2030 yang ingin dituju dengan para pemain tersebut.

Herdman dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin misi besar ini. Di dunia sepak bola, nama Herdman memang bukan sosok pelatih besar layaknya Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, atau Jose Mourinho. Ia bahkan juga kurang dikenal layaknya Ruben Amorim, Enzo Maresca, atau Fabio Grosso yang melatih Jay Idzes di Sassuolo.

Tapi seperti yang dijelaskan di laman resmi PSSI, Herdman punya catatan emas yang tidak dimiliki pelatih-pelatih tersebut. Nama Herdman begitu harum di Kanada karena ia memimpin negara tersebut lolos ke Piala Dunia. Tidak hanya di tim putra, tetapi juga di tim putri.

Perjalanan Herdman bersama Timnas Kanada dimulai pada tahun 2011. Saat itu ia ditunjuk melatih Timnas Putri Kanada menggantikan Carolina Morace setelah Piala Dunia Putri 2011.

Herdman memimpin Timnas Putri Kanada di Piala Dunia 2015. Tapi saat itu Kanada berstatus sebagai tuan rumah dan tidak ikut babak kualifikasi. Secara prestasi, Herdman mampu membawa timnya lolos hingga babak perempat final.

Herdman juga memimpin Timnas Putri Kanada di Olimpiade 2012 dan 2016. Hebatnya saat itu Herdman selalu membawa timnya meraih medali perunggu sekaligus menjadi medali pertama Timnas Putri Kanada dalam sejarah Olimpiade. Walau, catatan itu pada akhirnya dikalahkan Bev Priestman saat membawa Kanada meraih medali emas di Olimpiade 2020.

Sukses di timnas putri, Federasi Sepakbola Kanada enggan membiarkan Herdman melatih negara lain. Sebuah tawaran melatih Timnas Putra Kanada diterima Herdman setelah menyelesaikan tugas di timnas putri.

Sebelum Piala Dunia 2022, Timnas Putra Kanada hanya pernah satu kali lolos ke Piala Dunia yaitu pada tahun 1986 di Meksiko. Setelah itu mereka selalu menemui kegagalan dalam delapan babak kualifikasi berikutnya. Mulai dari Piala Dunia 1990 di Italia hingga Piala Dunia 2018 di Rusia tidak tertera nama Kanada sebagai peserta.

Setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018, Herdman ditunjuk melatih Timnas Putra Kanada pada 8 Januari 2018 menggantikan Octavio Zambrano. Pada akhirnya, Herdman menjawab tantangan dengan berhasil membawa tim lolos ke Piala Dunia 2022.

Beberapa catatan positif lain diperoleh Kanada saat diasuh Herdman. Misalnya saja dari sisi ranking FIFA. Antara tahun 2021 hingga 2022, peringkat Kanada naik dari ranking 70 ke ranking 33 FIFA.

Hal itu tidak lepas dari bagusnya performa tim di bawah asuhan Herdman. Kanada mampu menorehkan hasil 17 pertandingan tidak terkalahkan dalam periode tersebut. Tapi perlu dicatat bahwa 17 pertandingan itu hanya dari babak Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pada akhirnya, Kanada memang tersingkir di fase grup Piala Dunia 2022. Mereka selalu kalah dari Belgia 1-0, Kroasia 4-1, dan Maroko 2-1. Tapi keberhasilan membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, termasuk rentetan prestasi di timnas putri, membuat Herdman dianggap menjadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Kanada.

Lantas, apakah hanya itu saja prestasi Herdman? Sebelum melatih di Kanada, Herdman sempat melatih di Timnas Putri Selandia Baru pada 2006. Di sana, Herdman membawa Timnas Putri U20 lolos ke Piala Dunia U20 untuk pertama kalinya pada tahun 2006.

Kemudian di level timnas senior, Herdman membawa Timnas Putri Selandia Baru lolos ke Piala Dunia 2007 dan 2011 serta Olimpiade 2008. Atas prestasinya itu Herdman diganjar penghargaan sebagai New Zealand Football Coach of the Year 2006 dan 2008.

Berikutnya bersama Timnas Indonesia, tantangan bagi Herdman tentu saja adalah membawa tim lolos ke Piala Dunia 2030 dan lolos ke perempat final Piala Asia 2027. Tapi, suka atau tidak, Herdman juga harus bisa merebut kepercayaan suporter yang selama ini sudah jatuh cinta pada sosok Shin Tae-yong.

Pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu memang belum bisa memberikan trofi apapun selama melatih Timnas Indonesia mulai 2019-2025. Tapi ia bisa membangun dasar bagi timnas dan menciptakan beberapa sejarah.

Misalnya saja, untuk pertama kalinya Timnas Indonesia lolos dari babak grup di Piala Asia pada tahun 2024. Timnas senior juga ia bawa melaju jauh hingga ronde 3 WCQ 2026. Kemudian bersama Timnas U23, STY membawa tim lolos untuk pertama kalinya ke Piala Asia U23 tahun 2024.

Tidak hanya itu, Timnas U23 ia bawa terbang tinggi mengalahkan tim-tim seperti Australia dan Korea Selatan untuk menjadi juara 4 di akhir turnamen. Sayang, jalan ke Olimpiade 2024 saat itu terputus karena dihentikan Guinea di babak playoff.

Bersama Timnas Korea Selatan, STY juga pernah membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2018. Satu prestasi besar STY saat itu adalah memimpin timnya mengalahkan Jerman 2-0 di babak grup.

Bagaimana dengan Kluivert? Harus diakui bahwa hasil yang diraih Kluivert bersama Timnas Indonesia tidak ada yang perlu dibanggakan. Ia gagal meneruskan kerja bagus STY pada ronde 1-3 babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Keputusan PSSI memecat STY dan menujuk Kluivert sebagai pengganti pada awal 2025 lalu terbukti sebagai sebuah kesalahan.

Kluivert hanya memimpin Timnas Indonesia di enam laga kualifikasi ronde 3-4. Hasilnya, Indonesia meraih dua kemenangan di kandang, kalah empat kali di semua laga tandang, hanya mencetak lima gol dengan tiga gol di antaranya dari titik penalti, serta kebobolan 15 gol.

Baca juga artikel terkait TIMNAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama