tirto.id - Info terkini banjir di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) dan Kota Binjai Sumut menyita perhatian masyarakat. Simak dampak, penyebab, hingga jumlah korban bencana banjir.
Bencana banjir masih melanda Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut hingga hari ini, Kamis, 27 November 2025. Setidaknya, ada 9 kecamatan di Langkat yang mengalami banjir yang mengakibatkan beberapa jalan putus dan tidak dapat dilalui.
Selain itu, beberapa wilayah di Kota Binjai juga dilaporkan terendam banjir. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, intensitas hujan di Kota Binjai pada Rabu malam (26/11) semakin tinggi. Hal ini menyebabkan debit air di sungai Bukit Lawang dilaporkan semakin naik.
Info Terkini Banjir Besitang Langkat
Menukil laporan Dinas Komunikasi Dan Informasi Langkat yang diunggah melalui akun Instagram @diskominfo_langkat, banjir di Kabupaten Langkat merendam 9 kecamatan. Daftar kecamatan meliputi Berandan Barat, Babalan, Sei Lepan, dan Tanjung Pura. Lalu Gebang, Pematang Jaya, Pangkalan Susu, Besitang, dan Padang Tualang.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh Pemerintah Kabupaten Langkat per Rabu malam (26/11), sekitar 984 KK terdampak di Berandan Barat, 500 KK di Besitang, serta 4.500 jiwa di Kecamatan Gebang.
Selain itu, jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Aceh juga dilaporkan lumpuh total akibat terendam banjir. Akses komunikasi di sekitar Besitang juga dilaporkan terbatas. Sinyal hanya tersedia di sekitar simpang Kecamatan Pangkalan Susu.
Pemerintah setempat telah menyediakan lokasi pengungsian dan dapur umum bagi masyarakat yang harus meninggalkan rumah akibat tingginya debit air. Adapun beberapa lokasi pengungsian yang tersedia ialah Posko Masjid Ubudiyah, Kantor camat Sei Lepan, dan kantor kecamatan Berandan Barat.
Dinas Sosial Kabupaten Langkat turut menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah posko kecamatan. Bantuan tersebut berupa beras, mie instan, telur, makanan anak, dan perahu karet.
Dalam menangani dampak bencana banjir, pemerintah setempat akan bekerja sama dengan BPBD untuk memastikan distribusi logistik tambahan berjalan lancar. Kerja sama juga berkaitan dengan kebutuhan evakuasi hingga dapat terpenuhi sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Sampai berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam bencana banjir di Besitang Langkat. Namun, sejumlah rumah dan beberapa fasilitas umum dilaporkan terendam banjir.
Berdasarkan perkiraan cuaca wilayah Sumatera Utara hari ini, Kabupaten Langkat masih berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 11.30 hingga 14.30 waktu setempat.
Info Terkini Banjir Kota Binjai Sumut
Beberapa wilayah di Kota Binjai juga dilaporkan terendam banjir. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, intensitas hujan di Kota Binjai pada Rabu malam (26/11) semakin tinggi. Hal ini menyebabkan debit air di sungai Bukit Lawang semakin naik.
Kemudian, debit air di Sungai Bingai, Mencirim, dan Bangkatan juga meluap pada Kamis dini hari (27/11). Pada Kamis pagi (27/11), BPBD Binjai telah melakukan evakuasi terhadap beberapa warga yang terjebak banjir. Adapun dapak banjir Binjai di antaranya ruas jalan utama jalan Binjai-jalan Medan (Jalan Lintas Sumatera) tergenang banjir.
Jalan ini digunakan sebagai akses transportasi, termasuk untuk kegiatan ekonomi, dari Kota Binjai menuju Medan, Langkat hingga Aceh dan sebaliknya.
Berdasarkan data sementara dari BPBD Binjai, terdapat 1.441 KK terdampak banjir di Kelurahan Berngam, Binjai Kota akibat meluapnya Sungai Bingai.
Kemudian, ada 478 KK di Kelurahan Mencirim yang terdampak banjir. Di Kelurahan Setia, ada 671 KK yang terdampak banjir. Kemudian, 256 KK di Kelurahan Rambung Timur juga terdampak banjir.
Penyebab Banjir Besitang Langkat & Binjai
Berdasarkan pengamatan BNPB yang dimuat di Antaranews, banjir di wilayah Sumatera Utara termasuk di Besitang Langkat dan Kota Binjai disebabkan oleh cuaca hujan ekstrem pada 24–25 November 2025.
Hujan ekstrem tersebut dipicu oleh badai tropis atau Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B yang terbentuk di sekitar perairan Indonesia.
Keberadaan Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B berpengaruh pada meningkatnya pertumbuhan awan konvektif serta memicu hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumatera bagian utara. Intensitas hujan yang tinggi kemudian menjadi bencana banjir dan longsor berdampak signifikan.
Kemudian, BPBD Sumut juga telah melaporkan sebanyak 13 korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di kabupaten/kota di Sumut. Data tersebut dilaporkan pada Rabu pagi (26/11).
"Hingga pukul 08.00 WIB pagi ini terdapat 13 orang dinyatakan meninggal dunia di tujuh kabupaten/kota," ucap Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati, dikutip dari Antaranews.
BPBD Sumut juga mencatat terdapat 37 orang yang luka-luka, dan tiga orang masih dinyatakan hilang di Tapanuli Selatan. Kemudian, BPBD masih melakukan pendataan di Tapanuli Tengah.
Secara keseluruhan, total 330 unit rumah rusak di Tapanuli Selatan terdiri atas 12 rusak berat, enam rusak sedang, dan 312 rusak ringan, serta satu unit sekolah rusak.
Di Mandailing Natal, terdapat pengungsi 561 kepala keluarga atau 2.244 jiwa, 13 unit rumah rusak berat, satu unit sekolah rusak, dan banjir merendam 85 hektare lahan pertanian warga.
Sementara di Tapanuli Utara ada 19 kepala keluarga yang tidur di pengungsian, lima unit rumah rusak berat, 64 unit rumah rusak ringan, dam empat titik ruas jalan rusak, serta satu jembatan terputus.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id




































