Menuju konten utama

Info Demo Pati Jilid 2, Kapan, Di Mana, & Apa Tuntutannya?

Demo Pati Jilid 2 akan digelar 25 Agustus 2025. Simak informasi lengkap soal jadwal, lokasi aksi, dan tuntutan utama dari para demonstran.

Info Demo Pati Jilid 2, Kapan, Di Mana, & Apa Tuntutannya?
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). ANTARA FOTO/Aji Styawan/tom.

tirto.id - Demo Pati jilid 2 akan digelar pada Senin, 25 Agustus 2025. Bertempat di depan kantor Bupati dan DPRD Pati, demo kali ini mengusung agenda utama yakni mengawal pemakzulan Bupati Pati, Sudewo.

Setelah demo besar yang digelar di Pati pada 13 Agustus 2025, warga Pati berencana akan kembali turun ke jalan pada Senin pekan depan. Hal ini diputuskan untuk mengawal rapat DPRD Pati yang sedang membahas pemakzulan Bupati Sudewo.

Info Demo Pati Jilid 2, Kapan, Di Mana, & Apa Tuntutannya?

Informasi adanya demo Pati jilid 2 ini diketahui dari unggahan Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Ahmad Husein, melalui siaran langsung di akun TikTok pribadinya, @cybeer94.

Ahmad Husein meminta masyarakat Pati sekali lagi bersatu untuk berdemo pada 25 Agustus 2025 di depan Gedung DPRD Pati.

“Seluruh warga Pati, masyarakat, ayo kita bersatu lagi, ayo kita bersatu lagi. Jangan lupa, besok tanggal 25 kita bersatu lagi,” ujar Ahmad Husein, Senin (18/8/2025).

Menurut Husein, demo ini sebagai bentuk pengawalan terhadap para anggota dewan yang sedang mengadakan pengambilan hak angket untuk pemakzulan Sudewo. Rakyat yang memasukkan tuntutan Sudewo mundur dari jabatannya dalam demo 13 Agustus ingin mengawal prosesnya.

"Sudewo ini kan dipanggil Pak Presiden kemarin. Tapi enggak tahu endingnya kaya gimana endingnya," ujar Husein.

Demo Pati 13 Agustus kemarin berakhir ricuh. Ada eskalasi dengan aparat membuat demo berlangsung rusuh dan tidak kondusif. Ahmad Husein meminta agar demo Pati jilid 2 ini berlangsung damai.

“Jangan sampai besok kita itu, apa namanya, bikin anarkis dan merusak fasilitas umum lagi ya. Aku mohon, aku mohon. Tanggal 25, positif iya positif,” pintanya.

Warga Pati menggelar demo pada 13 Agustus di depan Kantor Bupati dan juga Alun Alun Pati. Aksi ini dilatarbelakangi dengan keputusan Bupati Sudewo untuk menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Meski Sudewo telah membatalkan keputusan itu, masyarakat Pati tetap melanjutkan aksi dengan mengusung beberapa tuntutan yakni:

  • menuntut Sudewo turun dari jabatan bupati
  • menolak lima hari sekolah
  • menolak renovasi alun-alun Pati dengan anggaran Rp2 miliar
  • menolak pembongkaran total Masjid Alun-alun Pati yang bersejarah, dan
  • menyoal proyek videotron yang memakan biaya hingga Rp1,39 miliar.
Sudewo yang mendengar permintaan demonstran untuk turun dari jabatan menolak mengabulkannya. Menurutnya, ia terpilih sebagai bupati karena telah dipilih oleh rakyat karena itulah ia menolak untuk melepas jabatannya itu.

"Kalau saya kan dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan secara demokratis. Jadi tidak bisa saya berhenti dengan tuntutan itu. Semuanya ada mekanismenya," ujar Sudewo.

"Secara garis besar sudah selesai. Kalaupun saat menemui pendemo terjadi pelemparan kami bisa memahami ... yang terpenting, semua sudah berjalan baik," tambahnya.

Baca juga artikel terkait BUPATI PATI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra