Menuju konten utama

Indonesia Kantongi Izin Angkut Wisatawan Timteng saat Musim Haji

Menurut Dahnil langkah tersebut bertujuan untuk membangun ekosistem ekonomi haji yang lebih kuat.

Indonesia Kantongi Izin Angkut Wisatawan Timteng saat Musim Haji
Awak kabin menunjukan makanan untuk jamaah selama penerbangan yang ada di pesawat Garuda Indonesia yang akan digunakan untuk armada angkutan haji 1447 H/2026 di hanggar GMF Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (15/4/2026). Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar untuk mengangkut 102.502 jemaah haji yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yakni Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok yang akan mulai diberangkatkan pada Selasa (21/4). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membentuk task force atau satuan tugas (satgas) bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan PT Garuda Indonesia (Persero).

Satgas ini dibentuk dengan untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji dan pariwisata Indonesia.

“Kami berkoordinasi dengan Kemenhub, Kemenpar, dan Garuda Indonesia untuk menyiapkan langkah-langkah konkret sehingga penerbangan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam keterangannya dikutip Jumat (26/6/2026).

Dahnil menjelaskan pemerintah Indonesia telah memperoleh izin dari General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi agar penerbangan Indonesia tetap mengangkut penumpang pada rute kembali dari Arab Saudi ke Indonesia.

Ke depan, kapasitas penerbangan tersebut akan dimanfaatkan untuk membawa wisatawan dari Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah ke berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

“Presiden memberikan arahan agar pesawat yang mengantar jemaah haji tidak kembali dalam kondisi kosong,” tuturnya.

Menurut Dahnil langkah tersebut bertujuan untuk membangun ekosistem ekonomi haji yang lebih kuat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi bangsa. Terlebih, setiap tahun sekitar 3,2 juta warga Indonesia melakukan perjalanan haji dan umrah dengan nilai ekonomi yang sangat besar.

“Presiden mendorong agar aktivitas tersebut tidak hanya menghasilkan arus keluar devisa (cash outflow), tetapi juga mampu menciptakan arus masuk devisa (cash inflow) yang memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyatakan kesiapan untuk memperkuat promosi destinasi wisata Indonesia di pasar Arab Saudi dan Timur Tengah. Menurutnya, dengan adanya penerbangan langsung yang tersedia, promosi ini dapat dioptimalkan.

“Kami akan mengoptimalkan promosi dan pemasaran agar lebih banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh, program ini juga diharapkannya dapat memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang melayani penerbangan haji dan umrah.

Adapun satgas yang telah dibentuk akan segera menyusun langkah teknis, skema operasional, serta koordinasi lintas sektor.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto