Realisasi APBN 2022

Imbas Kenaikan Harga Minyak, Subsidi Jebol hingga Rp56,62 Triliun

Reporter: Dwi Aditya Putra - 23 Mei 2022 18:57 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Realisasi subsidi per April 2022 sebesar Rp56,62 triliun ini meliputi Rp10,17 T untuk kurang bayar tahun sebelumnya dan Rp46,45 T untuk subsidi reguler.
tirto.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mencatat realisasi subsidi energi mencapai Rp56,62 triliun hingga akhir April 2022. Realisasi ini lebih tinggi jika dibandingkan dua tahun sebelumnya pada periode sama, masing-masing tercatat di 2021 Rp40,73 triliun dan 2020 hanya Rp32,83 triliun.

Sri Mulyani mengatakan, realisasi yang tinggi ini karena adanya kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau ICP. Kenaikan juga disebabkan oleh percepatan pencairan kurang bayar subsidi energi dan peningkatan volume penyaluran barang bersubsidi.

“Untuk belanja subsidi di jalur perlinsos cukup besar lonjakannya karena konsekuensi dari harga-harga,” katanya dalam APBN Kita, di Jakarta Senin (23/5/2022).

Realisasi subsidi per April 2022 yang sebesar Rp56,62 triliun ini meliputi Rp10,17 triliun untuk kurang bayar tahun sebelumnya dan Rp46,45 triliun untuk subsidi reguler.

Secara rinci, realisasi subsidi per April tahun ini yang mencapai Rp56,62 triliun meliputi BBM dan LPG Rp34,8 triliun, listrik Rp11,6 triliun, pupuk Rp1,8 triliun, bunga kredit program Rp8,3 triliun dan subsidi non energi lainnya Rp0,1 triliun.

Bendahara Negara itu menjelaskan kenaikan harga komoditas telah berdampak terhadap meningkatnya beban subsidi BBM dan LPG sehingga realisasinya mencapai 44,8 persen dari pagu APBN 2022.

Sementara untuk realisasi subsidi per April meliputi BBM yakni solar dan minyak tanah sebanyak 4,1 juta kiloliter, LPG tiga kilogram sebanyak 1,9 juta kilogram dan 38,4 juta pelanggan listrik bersubsidi.

Subsidi juga diberikan untuk non energi berupa penyaluran pupuk mencapai 3 juta ton, debitur KUR sebanyak 2,7 juta, kredit KUR sebanyak Rp125,6 triliun dan subsidi perumahan sebanyak 38,4 ribu unit.


Baca juga artikel terkait REALISASI APBN 2022 atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Abdul Aziz

DarkLight