Menuju konten utama

IHSG Alami Koreksi ke Level 7.084,622 Saat Pembukaan Perdagangan

IHSG mengalami penurunan ke level 7.084,622 pada pembukaan perdagangan pada hari ini. Aktivitas perdagangan di bursa pagi ini tercatat cukup aktif.

IHSG Alami Koreksi ke Level 7.084,622 Saat Pembukaan Perdagangan
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan ke level 7.084,622 pada pembukaan perdagangan Rabu (25/3/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.09 WIB, indeks mengalami peningkatan 25,8 poin atau sebesar 0,36 persen.

Laju IHSG didorong oleh 333 saham yang dibuka menguat, 239 saham dibuka melemah dan 156 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 7.057,223 hingga 7.140,865 sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.625 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 5,6 miliar saham berpindah tangan melalui 263.672 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp3,6 triliun.

Analisis saham dari Phintraco Sekuritas, melihat bahwa pergerakan indeks secara global di pasar saham AS melemah karena ketidakpastian geopolitik pada perdagangan Selasa (24/3/2026).

Meskipun AS sempat mengisyaratkan pembicaraan dengan Iran, ketegangan justru meningkat setelah Iran menyerang infrastruktur energi di sembilan negara sebagai balasan.

Hal ini menyebabkan harga minyak mentah menguat dan imbal hasil obligasi AS naik, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan suku bunga tinggi.

Dari dalam negeri, meskipun IHSG ditutup menguat di level 7.106,84 pada perdagangan Selasa (17/2/2026), tekanan diperkirakan akan berlanjut.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75 persen dan memberlakukan aturan baru untuk stabilkan rupiah. Pemerintah juga sedang menyiapkan efisiensi anggaran dan wacana kerja dari rumah untuk menghemat energi.

Di tengah kenaikan harga gas dunia, Indonesia justru berpotensi diuntungkan sebagai eksportir. Namun, dengan tingginya ketidakpastian global, IHSG diprediksi akan melemah dan menguji rentang support di 6.800 hingga 7.000.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dipna Videlia Putsanra